pulau siladen surga bahari tersembunyi di sisi timur laut bunaken - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Siladen, Surga Bahari Tersembunyi di Sisi Timur Laut Bunaken

Pulau Siladen, Surga Bahari Tersembunyi di Sisi Timur Laut Bunaken
images info

Dok. Fabio Achilli (Wikimedia)


Bunaken sudah menjadi nama yang tidak asing di telinga siapa pun yang tertarik dengan wisata bawah laut Indonesia.

Namun, tepat di sisi timur laut Bunaken, berjarak hanya sekitar 3 kilometer, ada pulau lain yang menawarkan pengalaman serupa dengan satu perbedaan yang membuat banyak orang memilihnya, yaitu lebih sepi.

Pulau Siladen, seluas 31,25 hektar, adalah bagian dari kawasan Taman Nasional Bunaken yang sama, dengan kualitas bawah laut yang setara, tetapi tanpa kepadatan pengunjung yang kini semakin terasa di Bunaken.

Nama "Siladen" berasal dari bahasa setempat yang berarti kandas. Konon, sebuah kapal yang ditumpangi Suku Sangir pernah tenggelam di perairan dekat pulau ini. Para penumpang yang selamat berenang ke pulau tak berpenghuni yang ada di sekitar lokasi kejadian, menetap, dan menamainya Siladen sebagai pengingat.

Bagi Kawan GNFI yang sudah pernah ke Bunaken dan ingin mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, atau yang pertama kali ke kawasan ini dan ingin pengalaman bahari yang lebih tenang, Pulau Siladen adalah pilihan yang layak masuk itinerary.

 

Sekilas Mengenai Pulau Siladen

Pulau Siladen masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Bunaken, Kota Manado, dan merupakan satu dari lima pulau utama dalam kawasan Taman Nasional Bunaken bersama Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Mantehage, dan Pulau Nain.

Taman nasional ini telah diakui sebagai salah satu kawasan bahari dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dan Siladen adalah bagian penting dari ekosistem tersebut.

Meski luasnya kurang dari separuh Bunaken, Siladen memiliki karakter yang berbeda. Sebagian besar area daratannya tertutup vegetasi hijau yang rindang dan menjadi habitat satwa liar seperti kera hitam, tarsius, kuskus, rusa, dan burung camar.

Suasana pulaunya tenang, dengan ombak yang relatif lebih jinak di sisi pantainya dan angin yang sejuk sepanjang hari. Pilihan akomodasi di sini memang tidak selengkap Bunaken, tetapi justru itu yang menjaga pulau ini tetap tidak terlalu ramai.

 

Daya Tarik Utama Pulau Siladen

Daya tarik utama Pulau Siladen ada di dua lapisan, yaitu darat dan bawah laut. Di daratan, garis pantai berpasir putih yang mengelilingi hampir seluruh pulau bisa dinikmati dengan santai. Pohon sagu, palem, dan kelapa berjajar di sepanjang bibir pantai memberikan keteduhan alami, dan kejernihan air lautnya memungkinkan pengunjung melihat dasar laut bahkan dari tepi pantai.

Untuk aktivitas bawah laut, dua titik penyelaman utama Siladen 1 dan Siladen 2 menjadi favorit para diver dan snorkeler. Di sini terdapat dinding karang vertikal setinggi 25 hingga 50 meter yang dipenuhi koral warna-warni, aneka ikan tropis, dan sesekali penyu yang berenang melintas. Visibilitas air di musim kemarau bisa mencapai 30 hingga 40 meter, kondisi yang membuat setiap penyelaman terasa seperti memasuki akuarium raksasa.

Bagi yang tidak bisa menyelam, snorkeling di perairan dangkal sekitar Siladen juga sangat memuaskan karena kejernihan airnya memungkinkan pengamatan biota laut dari permukaan. Tersedia juga perahu berkaca transparan di bagian bawahnya bagi yang ingin menikmati pemandangan bawah laut tanpa harus basah.

Sore hari di Pulau Siladen adalah waktu yang sayang untuk dilewatkan. Matahari terbenam dilihat dari pantai berpasir putih dengan latar laut terbuka memberikan pemandangan yang mengalir indah.

 

Akses Menuju Pulau Siladen

Dari Kota Manado, perjalanan menuju Pulau Siladen dimulai dari pelabuhan. Beberapa dermaga bisa dijadikan titik keberangkatan, antara lain Dermaga Molas, Marina Manado, atau Pelabuhan Manado. Waktu tempuh menggunakan kapal motor reguler sekitar 45 menit. Menggunakan speedboat bisa lebih cepat, sekitar 20 hingga 30 menilai, tetapi dengan biaya yang lebih tinggi.

Banyak wisatawan memilih mengikuti paket island hopping dari Manado yang mencakup Siladen, Pulau Nain, dan Pulau Bunaken dalam satu hari. Rute ini biasanya dimulai dari Siladen di pagi hari, dilanjutkan ke Pulau Nain (pasir timbul yang tenggelam saat pasang), kemudian ke Bunaken.

Total waktu di perjalanan untuk rute ini sekitar 2,5 hingga 3 jam, sehingga perlu diperhitungkan dalam perencanaan. Alternatif lain yang lebih santai adalah menginap di Bunaken terlebih dahulu, kemudian menyewa kapal nelayan untuk island hopping ke Siladen keesokan harinya.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kawasan Taman Nasional Bunaken termasuk Pulau Siladen terbuka setiap hari selama 24 jam. Tiket masuk kawasan Taman Nasional Bunaken dikenakan Rp5.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara, dibayar di loket Taman Nasional, dermaga keberangkatan, atau counter tiket di Siladen langsung. Tiket tahunan juga tersedia bagi yang sering berkunjung.

Tiket masuk ke Pulau Siladen sendiri dikenakan sekitar Rp50.000 per orang, belum termasuk biaya sewa kapal.

 

Ayo Berkunjung ke Pulau Siladen!

Kalau Kawan GNFI sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Bunaken, luangkan waktu untuk mampir atau bahkan menginap di Pulau Siladen.

Waktu terbaik adalah musim kemarau antara April hingga Oktober untuk visibilitas bawah laut yang optimal. Bawa sunblock, baju ganti, dan peralatan snorkeling jika ada, serta hindari berkunjung saat musim hujan karena kondisi ombaknya.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Pulau Siladen?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.