dari prancis hingga afrika grand hotel de djokja hadirkan jamuan francophonie di yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Prancis hingga Afrika, Grand Hotel De Djokja Hadirkan Jamuan Francophonie di Yogyakarta

Dari Prancis hingga Afrika, Grand Hotel De Djokja Hadirkan Jamuan Francophonie di Yogyakarta
images info

Dari Prancis hingga Afrika, Grand Hotel De Djokja Hadirkan Jamuan Francophonie di Yogyakarta


Francophonie Week menjadi salah satu ruang pertemuan budaya bagi komunitas penutur dan pencinta bahasa Prancis di berbagai negara. Di Indonesia, perayaan ini turut hadir melalui berbagai kegiatan yang memperkenalkan keragaman budaya negara-negara berbahasa Prancis atau memiliki hubungan dengan tradisi Francophone.

Pada 24 April 2026, Grand Hotel De Djokja menjadi salah satu penyelenggara kegiatan Francophonie di Yogyakarta melalui agenda An Exclusive Dinner Francophonie yang digelar di Wiji Restaurant. Kegiatan ini menghadirkan konsep jamuan makan lintas budaya dengan sajian yang terinspirasi dari Prancis serta beberapa negara Afrika Francophone, seperti Madagaskar dan Mali.

Mengenal Komunitas Francophonie

Francophonie sendiri merujuk pada komunitas global yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Prancis, baik sebagai bahasa resmi, bahasa komunikasi, maupun bagian dari hubungan budaya. Dalam materi acara, disebutkan bahwa komunitas ini berada di bawah naungan Organisation internationale de la Francophonie (OIF) yang berdiri pada 1970. Saat ini, terdapat lebih dari 321 juta penutur bahasa Prancis di berbagai belahan dunia.

Sejumlah negara menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi atau salah satu bahasa resmi, antara lain Belgia, Prancis, Luksemburg, Monako, Swiss, Kanada, Haiti, Vanuatu, Benin, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Komoro, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Djibouti, Gabon, Guinea, Guinea Khatulistiwa, Madagaskar, Mali, Niger, Rwanda, Senegal, Seychelles, Chad, dan Togo. Selain itu, terdapat pula wilayah dan negara Francophile seperti Maroko, Aljazair, Tunisia, Lebanon, Mauritania, Mauritius, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Pertukaran Budaya Melalui Makanan

Berbagai makanan internasional yang dihidangkan di kegiatan Francophonie Dinner di Grand Hotel De Djokja, Jumat (24/4) | Foto: Grand Hotel De Djokja
info gambar

Berbagai makanan internasional yang dihidangkan di kegiatan Francophonie Dinner di Grand Hotel De Djokja, Jumat (24/4) | Foto: Grand Hotel De Djokja


Dalam konteks perayaan di Yogyakarta, kegiatan makan malam ini tidak hanya menampilkan kuliner sebagai sajian utama, tetapi juga menjadi bentuk pertukaran budaya. Grand Hotel De Djokja menyebut konsep yang dibawa sebagai pengalaman gastronomi lintas budaya, dengan menu lima hidangan yang menggabungkan inspirasi rasa dari berbagai tradisi.

Menu yang disajikan mencakup beberapa hidangan seperti Taste of the Sea, Chicken Rendang Vol Au Vent, Hachi Parmentier, Lasopy, Tiguadege Na, Ravitoto Sy Hen’omby, hingga Bolo De Ginguba. Beberapa nama makanan tersebut merepresentasikan pengaruh kuliner dari Prancis dan Afrika, kemudian diolah kembali dalam format sajian hotel.

Libatkan Mahasiswa Prancis, Bagian dari Agenda Internasional

Grand Hotel De Djokja juga melibatkan mahasiswa berbahasa Prancis dari berbagai negara yang tinggal di Yogyakarta. Mereka ikut berbagi referensi hidangan tradisional kepada tim kuliner hotel, yang kemudian diterjemahkan menjadi sajian dengan pendekatan yang lebih formal tanpa menghilangkan karakter dasarnya.

Keterlibatan Grand Hotel De Djokja dalam Francophonie Week menunjukkan adanya ruang bagi sektor hospitality di Yogyakarta untuk menjadi bagian dari agenda budaya internasional. Di luar fungsi akomodasi, hotel juga dapat berperan sebagai tempat pertemuan komunitas, pertukaran budaya, dan penyelenggaraan acara tematik berbasis sejarah maupun kuliner.

Grand Hotel De Djokja sendiri merupakan hotel bergaya heritage luxury yang berlokasi di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Hotel ini mengusung nuansa arsitektur kolonial dan berada di bawah naungan InJourney Hospitality. Melalui kegiatan seperti Francophonie Week, De Djokja menjadi salah satu venue di Yogyakarta yang turut menghadirkan pengalaman budaya lintas negara dalam format yang lebih dekat dengan publik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.