wisuda naik sapi bukan cari sensasi cerita adhisaka yang promosikan dunia peternakan saat kelulusan di umby - News | Good News From Indonesia 2026

Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY

Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY
images info

Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY


Adhisaka Surya Putera Astama adalah wisudawan UMBY yang paling mencuri perhatian tahun ini. Ia punya gaya nyentrik saat merayakan kelulusannya pada Kamis, 30 April 2026.

Nama Adhisaka mendadak ramai dibicarakan setelah ia hadir dalam prosesi wisuda Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dengan cara tak lazim. Adhisaka datang ke lokasi wisuda dengan menunggangi seekor sapi jantan.

Bagaimana tidak, pemandangan seperti itu jelas jarang terlihat di acara wisuda kampus. Saat lulusan lain datang berjalan kaki, Adhisaka memilih naik ke atas punggung ternak yang selama ini akrab dengan dunia kuliahnya. Tak ayal, kehadirannya langsung menyedot perhatian banyak orang di lokasi.

Siapa Adhisaka Surya Putera Astama?

Adhisaka Surya Putera Astama merupakan lulusan Program Studi Peternakan UMBY asal Gamping Lor, Sleman. Di hari kelulusannya, ia mendadak jadi pusat perhatian setelah datang menunggangi seekor sapi jantan ke area wisuda.

Aksi itu membuat banyak orang penasaran. Sebab, pemandangan wisudawan datang bersama sapi tentu bukan hal yang biasa ditemui di lingkungan kampus.

Namun, apa yang dilakukan Adhisaka bukan tindakan spontan demi mencari sensasi. Ia menyiapkannya dengan serius sebagai bagian dari pesan yang ingin disampaikan.

Lulus dari prodi peternakan, Adhisaka tak ingin ilmu yang dipelajarinya berhenti di ruang kelas. Ia membawa simbol jurusannya langsung ke tengah keramaian untuk menunjukkan bahwa dunia peternakan juga bisa tampil modern, menarik, dan penuh peluang.

Menariknya, sapi yang dibawa Adhisaka tetap tenang meski berada di tengah kerumunan orang. Kondisi itu bukan terjadi begitu saja.

Adhisaka menyiapkan semuanya dengan penuh perhatian. Untuk menjaga kondisi hewan, sapi tersebut tidak dipaksa berjalan jauh menuju lokasi wisuda. Hewan itu dibawa menggunakan mobil pikap agar tidak kelelahan.

Langkah ini berkaitan dengan animal welfare atau kesejahteraan hewan. Istilah tersebut merujuk pada cara memperlakukan hewan dengan baik, menjaga kenyamanan, kesehatan, serta menghindari stres berlebihan.

Selain itu, kemampuan sapi tetap tenang di dekat banyak orang juga lahir dari proses kedekatan yang dibangun dalam waktu lama. Adhisaka mengaku hewan tersebut sudah terbiasa dengannya.

“Harus ada proses belajarnya dulu, tidak semua sapi bisa langsung ditunggangi. Sapi yang tadi saya bawa itu memang sudah kulino dengan saya,” kata Adhisaka, dikutip dari TribunJogja, 30 April 2026.

Istilah kulino dalam bahasa Jawa berarti sudah terbiasa. Dalam praktik peternakan, hewan yang sering berinteraksi dengan orang yang sama cenderung lebih tenang dan mudah diarahkan.

Bagi Adhisaka, proses menjinakkan sapi tersebut bukan hanya soal kemampuan teknis. Pengalaman itu juga memberinya pelajaran tentang kesabaran, ketenangan, dan keberanian saat menghadapi tantangan.

“Dalam hidup kita harus berani menghadapi tantangan, meskipun terlihat sulit dan menakutkan. Jika kita berani mencoba, kita akan mampu mengendalikan keadaan dan mencapai tujuan,” ujarnya.

Yang menarik lagi, Adhisaka bukan berasal dari keluarga peternak. Orang tuanya disebut berprofesi sebagai wirausaha dan tidak memiliki latar belakang di bidang ternak.

Namun hal itu tidak menghalangi minatnya. Ketertarikan pada dunia peternakan justru tumbuh selama masa kuliah. Setelah sidang skripsi selesai, ia bahkan sudah mulai bekerja di Ibrahim Farm, Banguntapan, Bantul.

Kisah Adhisaka menunjukkan bahwa jalan karier tidak selalu mengikuti jejak keluarga. Minat, keberanian mencoba, dan kemauan belajar kerap membuka arah baru yang tak terduga.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.