bukan sayur biasa brin racik biji kecipir untuk dongkrak bobot ikan gurami - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sayur Biasa, BRIN Racik Biji Kecipir untuk Dongkrak Bobot Ikan Gurami

Bukan Sayur Biasa, BRIN Racik Biji Kecipir untuk Dongkrak Bobot Ikan Gurami
images info

Bukan Sayur Biasa, BRIN Racik Biji Kecipir untuk Dongkrak Bobot Ikan Gurami


 

Industri pakan ikan nasional masih terbebani oleh tingginya ketergantungan pada bahan baku impor, terutama bungkil kedelai. Fluktuasi harga komoditas global dan gangguan rantai pasok secara langsung menaikkan biaya produksi budidaya ikan di tingkat petambak.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji coba penggunaan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) sebagai bahan baku alternatif pakan yang melimpah di dalam negeri.

Peneliti BRIN, Deisi Heptarina, menjelaskan bahwa tanaman legum tropis ini memiliki kandungan protein yang tinggi serta susunan asam amino yang lengkap. Hampir seluruh bagian tanaman kecipir dapat tumbuh subur di wilayah Asia Tenggara, sehingga bisa menjadi sumber daya lokal yang sangat potensial untuk menekan porsi penggunaan bahan baku impor pada pakan ikan.

Pengembangan pakan ini diujikan secara spesifik pada benih ikan gurami (Osphronemus goramy) selama 60 hari dalam sistem pemeliharaan terkontrol. Penggunaan bahan lokal ini diarahkan untuk memberikan opsi pakan yang lebih murah namun tetap mampu memenuhi standar kebutuhan nutrisi ikan air tawar.

 

Formula Rendah Lemak dan Peningkatan Kecernaan

Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti BRIN membandingkan tiga jenis perlakuan terhadap biji kecipir yakni tepung utuh tanpa pengolahan, tepung rendah lemak hasil pengepresan minyak, serta tepung rendah lemak yang diperkaya dengan enzim non-starch polysaccharide (NSP).

Dari ketiga metode tersebut, formula tepung biji kecipir rendah lemak yang dipadukan dengan enzim NSP memberikan hasil paling tinggi.

Pakan dengan tambahan enzim NSP tercatat menghasilkan tingkat kecernaan protein sebesar 70,01 persen dan kecernaan energi hingga 72,64 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa tubuh ikan mampu menyerap nutrisi pakan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan jaringan daging.

“Biji kecipir berpotensi menjadi bahan baku pakan lokal pengganti sebagian bahan impor karena kandungan nutrisinya yang cukup baik,” ungkap Deisi Heptarina dikutip dari BRIN pada Kamis (30/4/2026).

Penambahan enzim tersebut memecah komponen serat kasar dan senyawa kompleks pada kecipir. Dampaknya, zat antinutrien seperti tanin dan asam fitat yang biasanya menghambat pencernaan ikan dapat diredam secara signifikan melalui proses perendaman, pemanasan, dan ekstraksi minyak.

 

Efisiensi Pakan dan Angka Kelangsungan Hidup

Data pertumbuhan menunjukkan bahwa ikan gurami yang mengonsumsi formula kecipir dengan enzim NSP mencatatkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,99 persen per hari.

Rasio konversi pakan berada di angka 1,67, yang berarti pemanfaatan pakan berjalan sangat efisien. Selain itu, retensi protein mencapai 50,64 persen dan retensi lemak menyentuh 88,84 persen.

Hal yang menarik dari seluruh rangkaian uji coba adalah tingkat kelangsungan hidup benih gurami yang mencapai 100 persen.

Data tersebut membuktikan bahwa pakan berbasis kecipir aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek negatif pada organ pencernaan ikan. Pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan kondisi usus ikan yang lebih sehat dan aktivitas enzim pencernaan yang lebih aktif.

Pemanfaatan biji kecipir ini menjadi model pengembangan pakan mandiri yang dapat diterapkan pada berbagai komoditas budidaya air tawar lainnya.

ila melewati proses pengolahan yang tepat, ketergantungan petambak pada pakan komersial berbahan impor dapat dikurangi, sehingga margin keuntungan petambak gurami dapat lebih terjaga di tengah ketidakpastian harga pasar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.