film ayah ini arahnya kemana ya antara tanggung jawab dan cinta yang tak terlihat - News | Good News From Indonesia 2026

Film "Ayah ini Arahnya Kemana, Ya?", antara Tanggung Jawab dan Cinta yang Tak Terlihat

Film "Ayah ini Arahnya Kemana, Ya?", antara Tanggung Jawab dan Cinta yang Tak Terlihat
images info

Film "Ayah ini Arahnya Kemana, Ya?", antara Tanggung Jawab dan Cinta yang Tak Terlihat


Di bulan April ini, bioskop Indonesia kembali memantik emosional para penonton dengan rilisnya film yang diadaptasi novel karya Khoirul Trian yang berjudul "Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?".

Tayangan yang disutradarai oleh Kunt Agus ini rilis tanggal 9 April 2026 lalu dengan jumlah penonton mencapai 1.029.992 di hari ke 12 penayangan.

Adapun jajaran pemain yang memerankan tokoh dalam film tersebut adalah Dira (Mawar De Jongh), Darin (Rey Bong), Yudi (Dwi Sasono), dan Lia (Uniqeu Priscilla). 

Sebelum dipublikasikan menjadi sebuah film, buku dengan judul yang sama ini sudah mendapatkan antusiasme besar oleh para pembaca. Alurnya ini seperti mengulik kembali memori tentang kasih sayang seorang ayah dan dukungannya untuk menjalani kehidupan. Hanya saja, karena tampak "keras", sehingga terkadang kurang terasa cintanya.

baca juga

Lebih kompleks lagi, tayangan ini menyoroti soal "ketidakhadirannya figur ayah" yang dirasakan oleh Dira dan Darin. Padahal, mereka membutuhkan ayahnya untuk tempat aman bercerita dan bersandar.

Di sisi lain, sang ibu harus berjuang keras untuk membiayai keluarga dan membayar hutang sang ayah dengan berjualanan makanan. Adapun sang ayah terlalu fokus pada tanggung jawabnya sebagai pencari nafkah, sehingga "lupa" bahwa peran ayah tak hanya sebagai tulang punggung semata.

Komunikasi yang buruk, kondisi keuangan yang sempit, dan proses dewasa yang tidak mudah menjadikan Dira dan Darin tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berusaha menemukan jalan hidupnya sendiri.

Dalam Instagram official-nya, beberapa penonton disorot tampak mengeluarkan air mata, terdiam, menutup wajah karena sedu sedan, hingga memeluk diri. Beberapa narasi yang dibuat seperti "Jakarta kehabisan kata", "Nggak ada dunia baik-baik aja setelah ayah nggak ada," hingga "Bekasi termehek-mehek" memantik review masyarakat di kolom komentar. Sebagian besar menyatakan minatnya untuk menonton film ini atau yang sudah menonton, memberikan opininya.

Nah, Kawan GNFI, apakah kamu berminat untuk menonton "Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?"

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.