bukan hal tabu remaja putri perlu paham soal menstruasi edukasi dan fasilitas sanitasi jadi kunci - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci

Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci
images info

Bukan Hal Tabu: Remaja Putri Perlu Paham soal Menstruasi, Edukasi dan Fasilitas Sanitasi Jadi Kunci


Bagi remaja, menstruasi jadi momen yang bisa jadi bikin resah. Di sinilah, edukasi jadi penting agar mereka bisa lebih paham tentang seluk-beluk menstruasi yang sedang mereka alami.

Biasanya, remaja perempuan mengalami menstruasi pertama saat berusia 10 hingga 15 tahun dan rata-rata mengalaminya pada usia 12–13 tahun. Tak jarang pula, remaja akan menghadapi menstruasinya itu dengan kebingungan, terutama karena siklusnya belum teratur.

“Dalam hal ini, sejak menstruasi pertama siklusnya akan menjadi 90 hari sekali. Pada tahun kedua akan berubah menjadi maksimal 45 hari. Kemudian pada tahun ketiga siklus tersebut akan normal menjadi 21-30 hari. Namun jika sudah menstruasi teratur kemudian berhenti selama enam bulan, itu disebut dengan amenorrhea sekunder," ujar Guru Besar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG(K), M.P.H., dalam keterangan tertulis.

Apa yang disampaikan Andon merupakan gambaran mengenai salah satu tantangan yang harus dihadapi remaja putri saat mengalami menstruasi pertama. Faktanya, masih ada pula sederet hal lain yang juga tak kalah menantang.

Sebagian masyarakat masih menganggap menstruasi sebagai topik yang tabu dan terlalu sensitif untuk dibicarakan secara terbuka. Akses informasi yang kurang akurat juga bisa menimbulkan kecemasan. Belum lagi jika berbicara tentang fasilitas yang ada di sekolah.

Sebagai remaja, sudah tentu banyak waktu mereka yang dihabiskan di sekolah. Meski demikian, fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah kadang juga tidak selalu bisa ditemui. Berdasarkan Data Sanitasi Sekolah Menengah Pertama Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, rasio toilet laki-laki tercatat sebesar 1:85 dan rasio toilet perempuan 1:74. Angka tersebut masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah. Bahkan, belum ada provinsi yang memenuhi standar rasio tersebut.

Menstruasi jelas bukan perkara remeh bagi remaja putri. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai adalah hal yang wajib ada agar remaja putri dapat belajar dengan optimal.

“Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan nyaman dan berpartisipasi secara optimal," ujar Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal.

Pentingnya edukasi dan lingkungan sekolah yang lebih suportif untuk menjaga kesehatan menstruasi remaja putri ini juga ditegaskan oleh dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG. Ia menjelaskan bahwa edukasi kesehatan menstruasi sejak usia remaja berperan penting dalam membantu remaja memahami perubahan tubuhnya secara tepat.

“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat, termasuk menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi. Dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi,” tuturnya.

Dengan berbagai situasi yang ada, sudah tentu salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah aktif memberi edukasi para remaja putri sekaligus mendukung sekolah agar menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai bagi siswanya. Hal ini tentu tidak bisa semata mengandalkan pemerintah saja, namun swasta pun perlu ikut terlibat.

Swasta Ajak Remaja Putri Jaga Kebersihan Saat Menstruasi, Mengapa Tidak?

Salah satu pihak swasta yang diketahui aktif berperan dalam edukasi remaja putri dan penyediaan fasilitas sanitasi di sekolah adalah WINGS Group. Perusahaan tersebut baru saja secara resmi meluncurkan rangkaian program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah melalui program WINGS for UNICEF bersama Hers Protex dan UNICEF.

MKM merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung peningkatan praktik kebersihan menstruasi serta akses edukasi air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan. Apalagi, WINGS memang punya pengalaman dalam menyediakan produk sanitasi yang ditujukan kepada remaja putri yang sedang menstruasi, yakni pembalut Hers Protex.

WINGS melakukan edukasi langsung ke total 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar melalui kampanye Generasi Bersih Sehat dengan menjangkau 2.000 siswi SMP dan 2.000 orang tua. Dalam kegiatan edukasi tersebut, WINGS berbagi pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi serta memilih pembalut yang tepat dan nyaman.

"Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi," ujar Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group Indonesia, Stella.

Sebagai bagian dari implementasi program tahun 2026, rangkaian edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi dilaksanakan di 20 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar pada bulan Mei hingga Juli melalui kegiatan sosialisasi kesehatan dan kebersihan menstruasi di sekolah, serta penguatan pemahaman mengenai pentingnya praktik kebersihan menstruasi dan dukungan lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.