gerbang digital rp2 5 juta di gandaria cara warga lawan curanmor tanpa satpam - News | Good News From Indonesia 2026

Gerbang Digital Rp2,5 Juta di Gandaria: Cara Warga Lawan Curanmor Tanpa Satpam

Gerbang Digital Rp2,5 Juta di Gandaria: Cara Warga Lawan Curanmor Tanpa Satpam
images info

Gerbang Digital Rp2,5 Juta di Gandaria: Cara Warga Lawan Curanmor Tanpa Satpam


“Jadi, latar belakangnya kemarin ada di lingkungan sebelah ya, ada kejadian aksi curanmor… wilayah Jakarta Selatan ini… dianggapnya itu zona merah untuk kasus curanmor,” kata Ketua RT 11, Imam Basori, dikutip dari Kompas.com (4/3/2026).

Kasus pencurian motor marak terjadi, apalagi di kota-kota besar. Tanpa sistem keamanan yang canggih, para komplotan ini dapat dengan mudah membobol motor dengan pola yang selama ini mereka ketahui.

Peristiwa ini yang mendorong ketua RT dan masyarakat di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan gagas sistem pengamanan lingkunan yang ketat. Mereka membangun sistem keamanan digital mandiri. Tak tanggung-tanggung, sistem yang dibangun bahkan mencakup dua lapis, yakni luar dan dalam.

Sistem pertama, warga punya gerbang berbasis kartu sebagai aksea masuk. Sistem kedua adalah pengaplikasian GPS pada motor warga.

"Berawal dari kegelisahan masyarakat karena banyaknya aksi curanmor. Dari situ kami kumpulkan aspirasi warga setiap bulan hingga tercetus ide membuat gerbang berbasis teknologi," katanya.

Teknologi dalam hal ini dinilai sangat penting untuk mendukung keamanan. Sebab, portal manual dengan rantai, menurut Ibas—sapaan akrab Ima Bustomi—tidak lagi efektif.

“Masa kita masih menggunakan sistem pola lama yang konvensional… yang enggak efektif sekali,” katanya.

Di sinilah muncul ide untuk menerapkan sistem akses dengan kartu seperti di gedung perkantoran. Gerbang dipasang di dua titik perbatasan RT. Setiap kepala keluarga (KK) mendapat satu kartu akses. Untuk masuk, warga cukup menempelkan kartu ke mesin pemindai.

Masyarakat menamai sistem keamanan itu sebagai e-Gate 11. Secara teknis, sistem ini dikenal sebagai RFID (Radio Frequency Identification).

RFID adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Kartu yang dibawa warga memiliki chip kecil. Saat ditempelkan ke alat pemindai, sistem akan mengenali kode unik dan membuka gerbang secara otomatis.

Teknologi ini sebenarnya sudah lama dipakai di kantor, hotel, dan parkiran modern. Yang menarik, warga RT 11 berhasil menurunkannya ke level permukiman dengan biaya minim.

“Dari biaya operasional Rp 2.500.000 sudah ter-cover,” kata Ibas.

baca juga

Swadaya Masyarakat adalah Kunci Utama

Hal yang menjadi kesuksesan proyek ini bukan teknologinya, tapi cara pengadaannya. Warga sepakat untuk menerapkan sistem keamanan berlapis tanpa merasa kerepotan. Bahkan, mereka secara swadaya melakukan instalasi. Mereka membeli material secara daring, lalu memasangnya bersama-sama.

Memang, pemberlakuan e-Gate 11 ini tidak diterapkan sepanjang hari. Gerbang ini dibatasi aksesnya dari pukul 00.00 hingga 06.30 WIB. Di jam-jam rawan itulah, kontrol diperketat.

e-Gate 11 tidak hanya berdiri di satu titik. Ada empat akses keluar-masuk lingkungan. Tiga di antaranya sudah aktif menggunakan sistem ini. Untuk memperkuat pengawasan, warga juga memasang CCTV di titik strategis.

Nah, menariknya lagi, smart gate ini sudah mulai menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Harapannya, saat listrik padam, sistem tetap bisa berjalan.

“Sudah ada PLTS saya pasang untuk meng-cover kalau lampu mati… itu masih bisa buka,” jelas Ibas, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

baca juga

Dari Gerbang ke GPS: Cara RT 11 Gandaria Bangun Sistem Keamanan Dua Lapis untuk Lawan Curanmor

“Klaster luarnya itu gerbang. Nah klaster masuk rumah ya ini GPS, program lanjutan untuk antisipasi pencegahan curanmor.”

Setelah gerbang, Ibas menambahkan satu inovasi lagi, yakni GPS untuk motor warga.

Program ini dilakukan bertahap dan menyesuaikan anggaran. Harga satu alat GPS berkisar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu. Dana yang digunakan berasal dari operasional RT sebesar Rp2,5 juta.

“Jadi kami berikan ke masing-masing KK untuk satu motor. Tapi enggak mengakomodir semua sih, setidaknya ini bagian upaya kita untuk mencegah,” kata Ibas, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, 14/4/2026.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.