belajar dari orangtua di sawah kasiati kini jadi mahasiswa termuda unesa - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa

Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa
images info

Belajar dari Orangtua di Sawah, Kasiati Kini Jadi Mahasiswa Termuda Unesa


Kasiati tidak pernah merasakan bangku PAUD atau Taman Kanak-kanak. Ia mulai belajar membaca saat berusia sekitar 4,5 tahun, langsung dari orangtuanya.

Di sini lah peran orang tua dijalankan; sebagai guru pertama seorang anak. Yang menarik, Kasiati belajar dan mengenal huruf ketika berada di sawah.

Ya, sejak balita, Kasiati kerap menemai orang tuanya bekerja di sawah. Di sana pula ia belajar dasar membaca dan berhitung.

Ia langsung masuk sekolah dasar di usia 4,5 tahun. Kemampuan membacanya dinilai cukup sehingga ia melompati fase pendidikan awal, yakni TK.

Kini, Kasiati masuk ke perguruan tinggi di usia 15 tahun, usia yang umumnya masih duduk di bangku SLTA.

baca juga

Konsisten Belajar adalah Kuncinya

“Bagi saya, yang terpenting adalah konsistensi belajar. Saya terbiasa merangkum materi dan banyak mengerjakan latihan soal untuk menjaga pemahaman,” ujar Kasiati, dilansir dari laman Unesa.

Kunci yang membuat Kasiati mampu masuk ke jenjang perguruan tinggi lebih cepat adalah konsistensi. Kasiati disiplin dalam belajar.

Ia terbiasa merangkum pelajaran dengan bahasanya sendiri. Tujuannya supaya lebih mudah dipahami. Setelah itu, ia mengerjakan banyak latihan soal untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar paham, bukan sekadar hafal.

Kecerdasan Kasiati terbukti. Sewaktu SMA, Kasiati berhasil meraih juara pertama Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

Prestasi itu jadi salah satu bekalnya saat mendaftar kuliah lewat jalur SNBP 2026.

SNBP sendiri adalah jalur masuk perguruan tinggi tanpa tes. Penilaiannya diambil dari nilai rapor dan prestasi selama sekolah.

“Kunci untuk menembus jalur SNBP adalah memaksimalkan nilai rapor dan sertifikat pendukung sejak semester awal secara realistis,” ujarnya.

baca juga

Jadi yang Paling Muda, Kasiati Sempat Ragu

Kasiati sempat merasa minder, terutama saat menunggu pengumuman SNBP. Usianya yang jauh lebih muda membuatnya ragu dengan kemampuannya sendiri.

Keadaan semakin berat sejak ibunya meninggal.

Di masa itu, ayahnya menjadi satu-satunya sumber dukungan. Ia yang terus memberi semangat agar Kasiati tetap melangkah.

Sampai akhirnya, Kasiati dinyatakan lolos ke Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Benar, sejak awal, Kasiati sadar penuh akan keputusannya. Ia memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) agar bisa berkontribusi lebih di bidang pendidikan. Pendidikan Luar Biasa adalah bidang yang fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus, seperti autisme atau gangguan belajar.

“Saya ingin belajar di bidang yang saya yakini bisa memberikan manfaat nyata. Keputusan memilih PLB ini murni keinginan saya sendiri sejak awal,” ungkapnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.