CERITA KOTA | Tidak banyak toko buku yang tersedia di Pontianak, bukan prasa baru dalam kegelisahan warga pembaca yang senang mengoleksi buku atau sekadar ingin meminjam. Kota ini, dengan segala pikuknya, kerap terasa jauh dari kemewahan literasi yang mudah dijangkau.
Buku, bagi sebagian orang, masih menjadi sesuatu yang harus dicari dengan usaha lebih.
Dari kegelisahan itulah, di sebuah sudut tenang jalan pararel Jalan H. Rais A. Rachman, Sungai Jawi Dalam, Pontianak lahir sebuah ruang sederhana bernama Bukupedia. Baru seumur jagung, dibuka pada awal Maret, toko buku ini lahir dari kegelisahan sederhana sang pemilik, Ahmad Sultan.
Ia melihat celah yang disadari banyak orang, yakni sulitnya akses terhadap buku di kota ini. Selama ini, bagi sebagian warga Pontianak, buku seolah hanya bisa dijangkau melalui toko-toko besar seperti Gramedia.
Ahmad Sultan tidak memulai dari nol. Rak-rak yang kini berdiri rapi itu awalnya adalah bagian dari koleksi pribadinya. Buku-buku yang pernah ia baca, yang pernah menemaninya dalam sunyi, kini dibuka untuk orang lain. Ia menyebut nama-nama yang dahulu membentuk cara pandangnya: George Orwell dengan Animal Farm-nya yang getir, Dale Carnegie dengan nasihat klasiknya tentang relasi manusia, hingga kisah deduksi tajam dari Sherlock Holmes.
Baca Selengkapnya

