Nama Bali mungkin selalu muncul pertama kali saat berbicara soal liburan, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026 menyuguhkan realitas yang berbeda.
Jika Kawan GNFI melihat peta pergerakan wisatawan nusantara, panggung utama ternyata bukan milik Pulau Dewata, melainkan Jawa Barat.
Dari total 102,04 juta perjalanan nasional, Jawa Barat menyerap 18,38 juta kunjungan domestik. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan Bali yang hanya mencatatkan 2,17 juta perjalanan pada periode yang sama.
Realitas ini menempatkan Jawa Barat sebagai penguasa mutlak arus wisatawan di awal tahun, meninggalkan destinasi ikonik lainnya dengan selisih yang sangat lebar.
Sumatra Utara menjadi perwakilan kuat di luar Pulau Jawa dengan 5,2 juta perjalanan, disusul Sulawesi Selatan dengan 4,09 juta perjalanan.
Meskipun arus nasional sedikit melandai 3,72 persen dari Desember lalu, konsentrasi massa di gerbang-gerbang utama ini menunjukkan ke mana arah uang dan waktu masyarakat Indonesia dihabiskan.
Jawa Barat dan Dominasi yang Sulit Terkejar
Pulau Jawa secara keseluruhan memang masih menjadi pusat gravitasi dengan menyerap 65,32 juta perjalanan atau 64,02 persen dari total arus nasional.
Di sinilah Jawa Barat membuktikan posisinya sebagai destinasi yang paling sulit ditandingi. Volume kunjungannya hampir menyamai gabungan seluruh perjalanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi jika disatukan dalam satu peta.
Di belakang Jawa Barat, Jawa Timur mengekor dengan 17,57 juta perjalanan dan Jawa Tengah melayani 11,95 juta perjalanan.
Kawan GNFI bisa melihat bahwa provinsi-provinsi dengan populasi padat dan akses transportasi yang saling terhubung ini menciptakan sirkulasi wisatawan yang sangat masif.
DKI Jakarta dan Banten pun tidak mau ketinggalan dengan menyumbang total lebih dari 13 juta perjalanan pada pembuka tahun ini.
Perbedaan di Ujung Timur Nusantara
Perbedaan yang tajam terlihat saat Kawan GNFI menoleh ke arah Papua. Di sana, angka kunjungan jatuh cukup dalam dengan Papua Selatan hanya mencatatkan 31.387 perjalanan sepanjang Januari.
Angka ini menjadi yang terendah di antara 38 provinsi di Nusantara, jauh di bawah capaian Kalimantan Selatan yang meraup 1,63 juta perjalanan atau Kalimantan Timur di angka 1,37 juta.
Nusa Tenggara Timur juga masih berada di level 920 ribu perjalanan, tertinggal dari angka-angka besar yang dicatatkan wilayah Sumatra maupun Sulawesi.
Perhatian masyarakat masih sangat berat ke arah barat, dengan Jawa Barat sebagai titik pusat yang paling banyak menyedot kunjungan dari seluruh penjuru negeri.
Kemudahan berpindah antarprovinsi di Jawa tetap hal yang membuat kaki wisatawan kita terus bergerak.
Perjalanan jarak pendek yang bisa ditempuh dalam hitungan jam tampaknya jauh lebih menarik bagi jutaan orang ketimbang harus merencanakan penerbangan jauh menuju wilayah timur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


