membangun indonesia aman bersama kakak aman - News | Good News From Indonesia 2025

Membangun Indonesia Aman Bersama Kakak Aman

Membangun Indonesia Aman Bersama Kakak Aman
images info

Foto: kakakaman.id


Jika Kawan GNFI pernah mendapat obrolan seputar kesehatan dan keamanan seksual di rumah, maka Kawan adalah anak yang beruntung. Sayangnya, di sudut lain Indonesia, anak-anak lain belum tentu senasib.

Agak miris memang, tetapi nyatanya edukasi seksual masih menjadi topik tabu di banyak keluarga. Anak-anak mungkin hanya mendapatkan pengetahuan tentang ini dari sekolah. Namun, dari pengalaman saya, pelajaran di sekolah lebih fokus pada sisi sains. Teror kekerasan seksual yang merupakan kasus nyata di masyarakat, justru jarang disinggung.

Belum lagi soal stigma di masyarakat. Membicarakan topik yang berembel-embel seksual saja sudah tabu, apalagi kalau sampai mengaku bahwa "aku punya masalah" atau "aku adalah korban". Orang dewasa banyak yang memilih tak melaporkan kekerasan yang dialaminya karena kecemasan terhadap stigma. Bagi mereka, situasinya kalut. Mereka butuh bantuan, tetapi kehidupan sosial mereka dipertaruhkan.

Sekarang coba bayangkan, apa jadinya jika kekerasan itu dialami oleh anak-anak. Anak-anak yang lebih kecil mungkin lebih berani bicara berkat ketiadaan lewah pikir. Setidaknya pada orang terdekatnya.

baca juga

Akan tetapi, apa jadinya jika orang terdekat mereka tidak mendengarkan? Aisha misalnya, anak usia tujuh tahun yang mengalami lebih dari 10 tindak kekerasan seksual dari ayahnya sendiri. Ia bercerita pada ibunya, tetapi tak mendapatkan respon serius. Orang tua yang idealnya menjadi pelindung, tidak dapat melegakan ketakutannya, kebigungannya, lukanya. 

Tak semua orang dewasa adalah pendengar yang baik. Masih banyak yang belum paham bahaya apa yang mengintai anak-anak di sekitar mereka. Masih banyak yang belum menyadari bahwa kekerasan seksual tidak memandang usia. Anak-anak menjadi kelompok dalam risiko terbesar karena mereka masih merupakan pemelajar baru dalam hal keamanan diri.

Anak-anak memerlukan sosok-sosok yang akan mengajari mereka bagaimana menjaga diri. Sosok yang bersedia melawan tabu untuk menghindarkan mereka dari ancaman kekerasan seksual.

Menjawab isu ini, gerakan Kakak Aman Indonesia hadir sebagai inovasi pencegahan kekerasan seksual pada anak. Melalui berbagai program edukasi sederhana, Kakak Aman berupaya menciptakan lingkungan yang ideal untuk anak-anak Indonesia. Gerakan ini tidak hanya mengedukasi orang dewasa, tetapi juga anak-anak itu sendiri sehingga tercipta perisai dari berbagai sisi.

Dengan capaian teredukasinya lebih dari 4.000 anak dan lebih dari 250 orang dewasa, Kakak Aman telah menuntun progres menuju Indonesia yang lebih baik.

Dalam edukasi, Kakak Aman mengedepankan prinspi belajar yang mudah, murah, dan menyenangkan. Tujuannya agar masyarakat dapat meniru. Harapannya, kesederhanaan metode akan memperluas jangkauan dampak gerakan Kakak Aman. Ini seperti menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual, terutama pada anak, merupakan tanggung jawab bersama. Semuanya perlu berkomitmen dan bertindak. Semakin banyak yang bergabung, maka semakin besar pula perubahan yang dihasilkan.

baca juga

Untuk penyampaian edukasi pada anak pun, Kakak Aman mengupayakan metode yang menarik dan mudah menimbulkan kesan pada anak. Misalnya lewat dongeng, gerak dan lagu, permainan edukatif, lembar kerja dan lembar mewarnai, juga poster edukasi. Menariknya lagi, modul yang disediakan Kakak Aman dapat diunduh siapa saja, dengan syarat mau mengikuti pertemuan daring pembahasan teknis modul. Kawan kunjungi saja laman kakakaman.id jika ingin mendapatkan modulnya.

Gerakan Kakak Aman telah diakui sebagai program pendidikan terbaik dalam kompetisi Astra SATU Indonesia Awards. SATU Indonesia Awards merupakan program apresiasi yang mendorong masyarakat untuk berinovasi di bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan demi Indonesia yang lebih baik.

Di tahun 2024, 11.771 kasus kekerasan pada anak dilaporkan. Astra SATU Indonesia Awards mengajak kita untuk bergerak dan menjadi penggerak. Dengan kontribusi kawan, sesederhana apapun itu, angka itu dapat diubah. Entah menurun karena jumlah kasus berkurang atau meningkat karena masyarakat tidak lagi membiarkan kasusnya terpendam dalam kebisuan.

#kabarbaiksatuindonesia

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

LN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.