Pekon Kebumen, Kabupaten Kebumen—Warga Pekon Kebumen baru-baru ini menggelar kegiatan tradisional yang disebut "Resik Desa" atau pembersihan desa. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mempererat keharmonisan sosial.
Resik Desa Pekon Kebumen biasanya dilakukan pada bulan Agustus, bertepatan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia. Resik desa mulai dilaksanakan di Pekon Kebumen pada tahun 2022 dan diharapkan dapat selalu diadakan setiap tahun. Mengingat acara resik desa bisa mempererat tali silaturahmi dengan semua lapisan masyarakat desa.
Kegiatan resik desa yang digelar di Pekon Kebumen ini berlangsung selama satu hari penuh dan diikuti oleh seluruh warga desa. Acara ini dimulai dengan kegiatan yasasinan, yaitu pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil bersama yang dipimpin oleh Hi. Ahmad Damiri selaku imam desa.
"Kami memulai kegiatan resik desa dengan yasasinan dan tahlil bersama sebagai bentuk do'a memohon keberkahan serta keselamatan bagi seluruh warga desa," ujar Suyanto, Kepala Pekon Kebumen.
"Resik desa ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Pekon Kebumen. Kami percaya bahwa dengan menjaga kebersihan lingkungan, maka akan membawa kebaikan dan ketentraman bagi seluruh warga desa," ungkap Hi. Fakihan, selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Pekon Kebumen.
Tidak hanya membersihkan lingkungan, dalam kegiatan resik desa ini juga terdapat ritual-ritual khusus yang dilakukan oleh warga setempat. Salah satunya adalah prosesi "Jonang Janeng", yaitu ritual melepaskan sesaji ke sungai atau tempat-tempat tertentu yang diyakini memiliki kekuatan spiritual.
"Jonang Janeng ini adalah ritual yang bertujuan untuk membersihkan desa dari segala hal negatif dan memohon keselamatan bagi seluruh warga. Kami percaya bahwa dengan melakukan ritual ini, desa kami akan terjaga dari marabahaya," jelas Hi. Ahmad Damiri, selaku Imam desa yang memimpin ritual Jonang Janeng.
Setelah kegiatan bersih-bersih dan ritual selesai, warga Pekon Kebumen kemudian berkumpul bersama untuk menikmati hidangan "Tumpeng" atau nasi tumpeng yang telah disiapkan.
Acara puncak ini dikenal dengan sebutan "Makan Bersama", di mana seluruh warga dapat berkumpul, berinteraksi, dan saling berbagi.
"Makan Bersama ini adalah salah satu bentuk kebersamaan dan kerukunan warga desa. Kami semua berkumpul, menikmati hidangan, dan saling bertukar kabar. Ini adalah momen yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Pekon Kebumen," sebut Suyanto.
Kegiatan Resik Desa di Pekon Kebumen tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk melestarikan tradisi dan mempererat ikatan sosial. Melalui kegiatan ini, warga desa dapat saling berinteraksi, berbagi, dan memperkuat rasa kebersamaan.
"Kami berharap tradisi resik desa ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk menjaga nilai-nilai luhur dan keharmonisan di dalam masyarakat Pekon Kebumen," pungkas Hi. Fakihan.
Dengan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh warga, kegiatan resik desa di Pekon Kebumen telah berhasil menumbuhkan rasa gotong-royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat tali silaturahmi di antara masyarakat setempat.
Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


