membangkitkan pengetahuan reproduksi melalui local context oleh tenggara - News | Good News From Indonesia 2023

Membangkitkan Pengetahuan Reproduksi melalui Local Context oleh Tenggara

Membangkitkan Pengetahuan Reproduksi melalui Local Context oleh Tenggara
images info

Foto oleh Fajruddin Mudzakkir melalui Unsplash


Kebebasan perempuan dalam melakukan berbagai hal mungkin saat ini sudah mulai bisa didapat dengan mudah. Tetapi berbeda dengan akses mengenai kesehatan. Mungkin bagi kita yang tinggal di kota atau bisa dibilang yang berada di pulau Jawa. Akses kesehatan apalagi kesehatan mengenai reproduksi serta pendidikan seksual bisa dibilang didapatkan dengan baik.

Kebebasan dalam memperoleh pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual sangatlah sedikit terutama didaerah Nusa Tenggara Timur ini. Belum lagi mengenai ketabuan dalam membicarakan topik ini. Stigma negatif juga melekat pada topik satu ini. Di sinilah, Tenggara Youth Community hadir menjadi penyelamat para remaja perempuan di Kupang serta daerah sekitarnya.

Siapa Tenggara Youth Community?

Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, Tenggara Youth Community adalah sebuah komunitas yang diprakasai oleh Mariana Yunita Hendriyani Opat pada tahun 2016. Dalam dedikasi serta tujuan yang baik bagi remaja perempuan, Tenggara Youth Community mendapatkan penghargaan dalam Satu Indonesia Awards dalam bidang Kesehatan pada tahun 2020. Komunitas ini menjadi pembuka jalan dengan program Bacarita Kespro bagi remaja perempuan khususnya di NTT mengenai kesehatan reproduksi serta pendidikan seksualitas.

Dalam acara Talkshow Good Movement pada 5 September 2023 yang prakasai oleh GNFI, pendiri Tenggara Youth Community menjelaskan latar belakang mengapa komunitas ini dibentuk. Wanita yang akrab disapa Tata ini menjabarkan bahwa ruang berbicara untuk penyintas kekerasan seksual tidak ada dan bahkan untuk pemulihan juga tidak ada. Tidak hanya itu, akses pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi juga tidak tersedia dengan baik.

"Selain itu ada keresahan lain yang muncul lewat bagaimana teman-teman perempuan itu tidak memiliki akses yang cukup ke pembalut dengan harga yang terjangkau dan aman karena di sini itu, sampai saat ini, masih ketemu tuh disalah satu lokasi, teman perempuan menggunakan pembalut dari koran dan kardus bekas," tutur Tata. Sebagai seorang penyitas kekerasan seksual, Tata membentuk ruang ini dengan tujuan agar remaja perempuan memiliki ruang aman untuk pemulihan serta belajar mengenai kesehatan reproduksi.

Tak kenal Lelah dengan Tujuan Mulia

Dengan tujuan tersebut, diharapkan bahwa Tenggara Youth Community dengan program Bacarita Kespro, dapat menciptakan pendidikan seksual yang dibicarakan dalam lingkup keluarga hingga lingkup yang lebih luas. Lalu, membuat sebuah modul untuk pengimplementasian pendidikan kespro dengan local context. Tata beralasan bahwa local context dapat memberikan pembelajaran yang lebih dekat dengan masyarakat.

Program ini memiliki niat dan tujuan yang baik, namun Bacarita Kespro tidak luput dari tantangan yang ada dalam masyarakat. Tata bercerita dalam talkshow bahwa membicarakan pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi masih dianggap sebagai hal tabu. Apalagi, masih banyak yang menganggap bahwa pendidikan seksual adalah sebuah bentuk pornografi. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk mendobrak pemikiran tersebut.

Walaupun demikian, Tata tidak patah semangat karena isu ini akan terus ada dan tidak akan hilang. Dengan lebih dari 4000 remaja di 30 komunitas yang ada saat ini, dia tetap akan terus berkelana menyebarkan penegtahuan mengenai kesehatan reproduksi serta pendidikan seksual kepada masyarakat. Tata juga menggandeng para orang tua, ketua adat hingg pemuka agama untuk membentuk ruang diksusi yang baik tentang hal ini. Juga, berdialog dengan dinas kesehatan dan pendidikan setempat untuk membuat sebuah kurikulum agar hal ini diajarkan dalam sekolah. Dimasa yang akan datang, Tata berharap agar mencapai target didaerah terpencil dan teman-teman dengan disabilitas tuli.

#kabarbaiksatuindonesia

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NV
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.