Batik Mega Mendung bukan sekedar bermotif awan biasa yang sering Anda jumpai di pasar seni atau acara formal. Di balik lengkungan garisnya yang tegas dan gradasi warna birunya yang memikat, mahakarya asal Cirebon ini menyimpan rahasia besar yang belum banyak diketahui orang.
Banyak yang mengagumi keindahannya, namun sedikit yang menyadari bahwa setiap goresan malam pada kain ini merekam jejak sejarah akulturasi budaya yang sangat dahsyat antara Nusantara dan Tiongkok kuno.
Jika selama ini Anda mengira wastra ini hanya berfungsi sebagai pelengkap gaya busana kasual, maka bersiaplah untuk dibuat kagum. Dalam artikel ini, GNFI akan mengupas tuntas misteri sejarah awal mulanya, filosofi, hingga ragam corak batik Mega Mendung berikut ini
Apa Arti 'Mega Mendung' dan Mengapa Dijuluki seperti Itu?
Penamaan batik Mega Mendung berasal dari dua kata yaitu Mega yang memiliki arti langit atau awan dan Mendung yang memiliki arti langit yang gelap atau meredup saat hujan akan turun.
Memiliki motif utama yaitu awan, gradasi yang umumnya terdapat pada batik ini menyimbolkan tujuh lapis langit dengan keindahannya.
Ciri-ciri Batik Mega Mendung
Batik memiliki beragam jenis motif yang erat dengan maknanya masing-masing. Berikut ini ciri-ciri batik Mega Mendung yang perlu Kawan GNFI pahami diantaranya:
1.Motif Berbentuk Awan
Salah satu ciri utama dari motif batik Mega Mendung ini adalah memiliki bentuk gumpalan-gumpalan awan. Bentuk gumpalan awan ini agak cenderung lonjong dan agak lancip dengan guratan garis-garis lengkung pada dalamnya. Biasanya corak gumpalan ini cenderung tidak simetris satu dan lainnya.
2. Adanya Gradasi Warna
Gradasi warna pada batik Mega Mendung biasanya cukup nampak dari warna gelap ke terang. Gradasi warna ini didapatkan dari proses pencelupan atau saat pewarnaan
3. Kerap Menggunakan Warna Biru
Batik Mega Mendung sekarang hadir dalam beragam warna seperti merah, coklat, hijau dan ungu, namun batik motif Mega Mendung ini kerap kali dijumpai dengan warna biru yang menjadi ciri khasnya.
Sejarah Batik Mega Mendung
Menilik keunikan motifnya, ternyata terdapat unsur dari budaya Tionghoa pada batik Mega Mendung. Hal ini karena banyaknya orang Tionghoa yang datang ke Cirebon lewat pelabuhan Muara Jati. Dalam catatan sejarah, pada abad ke 16, Sunan Gunung Jati yang kala itu menyebarkan agama Islam ke Cirebon, menikahi seorang putri dari keturunan Tionghoa yaitu Putri Ong Tien.
Karenanya, banyak sekali benda atau hiasan yang dibawa dari Tiongkok seperti kain, keramik, dan piring dengan hiasan motif awan. Pernikahan dua tokoh ini pun yang menyatukan akulturasi budaya antara budaya masyarakat Cirebon dan Tionghoa.
Jenis-jenis Motif Batik Mega Mendung
Melansir dari Karmila dalam buku Ragam Kain Tradisional Nusantara, terdapat dua motif aliran pada batik Cirebon sebagai corak utama, yakni motif keratonan dan motif pesisiran. Motif keratonan memiliki corak khusus untuk bangsawan keraton Cirebon (keraton Kasepuhan, keraton Kanoman, dan keraton Kacirebonan) secara eksklusif mengambil inspirasi dari sekitar area keraton. Motif keraton, misalnya: motif Singa Barong, Taman Arum Sunyaragi, Ayam Alas, Naga Seba, dan Wadasan.
Sementara itu, motif pesisiran banyak beredar di Cirebon yang dekat dengan pantai utara pulau Jawa. Ciri khasnya adalah adanya visualisasi suasana Pesisir. Contohnya, corak awan, bunga-bunga, dan aneka fauna laut.
Mega Mendung sendiri terindikasi sebagai motif pesisiran. Hal ini tampak dari variasi corak yang berkembang dengan kreativitas pengrajin yang unik. Saat ini motif batik Mega Mendung telah berkembang dan melahirkan kreasi baru yang lebih berani dalam bermain motif hingga pemakaian warna-warna yang sesuai selera masa kini.
Berikut di antara contoh-contoh motif Mega Mendung yang pernah dibuat oleh para pengrajin di kawasan Cirebon dan sekitarnya.
1. Mega Mendung Klasik

@Etalaseseni.blogspot.com
Motif Mega Mendung klasik memiliki gradasi warna biru dan dasar merah. Gradasinya selalu ganjil yakni 7-9 warna. Makna 9 sendiri berarti 9 wali (walisongo) yang menyebarkan Islam di Indonesia. Motif klasik umumnya dibuat dengan teknik tulis tanpa ada motif pengisi (isen-isen) atau hiasan lain. Coraknya murni berupa awan dan asli dikembangkan dari Cirebon tanpa ada pengaruh Tiongkok. Saat ini motif Mega Mendung klasik sudah jarang karena harganya yang mahal dan langka. Koleksi batik Mega Mendung klasik bisa ditemukan di museum Belanda.
Baca juga: Batik Aceh: Ciri Khas, Sejarah, dan Motif-Motifnya
2. Mega Mendung Beras Tumpah

Motif Mega Mendung beras tumpah menggambarkan motif pengisi berupa titik-titik yang bertebaran di satu sisi dan gumpalan awan di sisi yang lain. Warna titik-titik terlihat kontras dengan dasar kain. Sementara bagian awan terdiri dari 5-7 gradasi.
3. Mega Mendung Kombinasi Kupu-Kupu

Mega Mendung dengan tambahan motif kupu-kupu juga sering ditemukan di berbagai karya batik setempat. Mptif ini menggambarkan beragam kupu-kupu yang terbang di antara awan-awan yang berwarna kontras. Perbedaan warna kupu dengan awan umumnya terlihat tegas dan mencolok.
4. Mega Mendung Kombinasi Hewan Laut


Cirebon dikenal sebagai kota udang. Julukan ini berasal dari kata Cai (air) dan rebon (udang kecil). Posisi Cirebon yang berada di pesisir pantai dengan hasil tangkapan laut yang melimpah, menginspirasi masyarakat setempat untuk membuat Mega Mendung dengan kombinasi hewan laut seperti udang, cumi-cumi, dan ikan.
Baca juga: 9 Motif Batik Banten, Minim Corak Makhluk Hidup karena Kuatnya Budaya
5. Mega Mendung Kombinasi Bunga


Motif bunga-bunga juga mewarnai batik Mega Mendung menjadikan variasi terlihat lebih feminin dan cantik. Selain bunga, terkadang terdapat tambahan motif kupu-kupu dan ornamen dengan warna-warna cerah.
Baca juga: Batik Pekalongan: Motif dan Sejarahnya
6. Mega Mendung Kombinasi Burung
.jpg)
.jpg)
Salah satu fauna yang kerap muncul dalam motif Mega Mendung adalah burung. Beberapa jenis burung yang ada dalam corak batik khas Cirebon ini adalah burung merak, bangau, hingga burung mitologi phoenix.
7. Mega Mendung Kombinasi Naga


Batik Mega Mendung bermotif kombinasi hewan mitologi yang penting dalam budaya China, yakni naga. Hewan ini memiliki simbol berupa kekuatan dan maskulinitas.
Baca juga: 10 Motif Batik Khas Betawi Jakarta yang Cantik beserta Maknanya
8. Mega Mendung Kombinasi Bambu


Motif Mega Mendung bambu memiliki corak awan minimalis dengan batang-batang bambu yag menjulur. Motif ini menggambarkan nuansa pedesaan yang asri berupa tanaman bambu.
9. Mega Mendung Tembokan


Motif Mega Mendung Tembokan ditandai dengan warna dasar solid seperti putih atau hitam. Kemudian hiasannya berupa awan-awan Mega Mendung berukuran besar dan ditata renggang antara satu sama lain. Warna yang dipilih umumnya kontras dan tajam.
10. Mega Mendung Cibulanan

Cibulan merupakan salah satu daerah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sekitar 60 menit dari Cirebon. Salah satu sentra batik di wilayah memiliki motif khas Cibulanan yang merupakan modifikasi corak Mega Mendung di masa kini.
Makna dan Filosofi Batik Mega Mendung
Ada banyak sekali makna menarik dan filosofi kehidupan dalam batik Mega Mendung. Berikut sekelumit informasinya:
1. Terdiri dari 7 komposisi warna
Menurut Casta dalam buku Batik Cirebon Sebuah Pengantar Apresiasi, Motif, dan Makna
Simboliknya, motif Mega Mendung memiliki 5 hingga 7 lapis warna. Alasannya, lima lapis warna menunjukkan simbol rukun Islam yang ada 5. Sementara 7 warna menunjukkan 7 lapisan langit sebagaimana yang dilewati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam saat melakukan isra’ mi’raj.
Lebih lanjut lagi, warna dasar yang menjadi pondasi utama dari batik ini yaitu merah dan juga biru. Selain itu ada 7 warna lainnya yang menjadi pelengkapnya beberapa di antaranya yaitu ungu, oranye, coklat, putih, hitam, hijau, dan juga kuning.
2. Mengandung konsep kebebasan
Konsep pada batik asal kota Cirebon ini terletak pada gambaran awan yang terlukis di dalamnya. Di mana jarak antar awannya sendiri memang dibuat secara berjauhan antara satu sama lain dalam setiap motif batiknya yang menggambarkan kehidupan yang bebas bak langit yang luas.
Di sisi lain, warna biru dari langit tersebut mempunyai makna luasnya kehidupan, tenang, dan juga bersahaja. Warna biru yang digunakan pada batik ini sebenarnya terdiri dari dua jenis yaitu dari yang muda hingga yang tua.
Semakin muda warna biru yang digunakan, maka kehidupan seseorang juga kian tercerahkan. Sementara jika menggunakan warna biru tua yang digunakan pada batik tersebut, menggambarkan awan yang mengandung air hujan yang dinanti semua orang karena hujan sendiri membantu kesuburan dan sarana penghidupan bagi masyarakat.
3. Melambangkan dunia atas menurut kultur China
Mega Mendung mengandung unsur taoisme, yakni pemahaman dari Tiongkok tentang dunia atas yang berkaitan dengan ketuhanan. Dunia atas yang luas yang digambarkan dengan sekumpulan awan dengan warna gradasi dan garis yang tegas.
4. Berwibawa dan bijaksana dalam kondisi apapun
Hal yang menarik lainnya dari batik ini yaitu pada makna filosofisnya yang mengandung arti bahwa setiap manusia harus bisa saling menahan amarah pada dirinya sendiri. Baik itu saat dirinya dalam kondisi terpuruk, tertekan, dan juga sedih. Sehingga dapat dikatakan juga bahwa setiap manusia harus bersikap bijaksana dalam kondisi apa pun layaknya awan mendung yang menyejukkan suasana.
5. Warna yang mencolok bermakna maskulinitas, keperkasaan, dan keaktifan
Mega Mendung mendapat pengaruh dari kultur Tiongkok seperti piring, cangkir, gentong, vas, atau perabotan berbahan keramik China yang dominan berwarna putih dan biru. Melansir dari penelitian ISI, warna pada Mega Mendung terinspirasi dari aneka tableware pada masa Dinasti Ming. Hal ini erat dengan kultur dan filsafat China masa lalu bahwa warna putih dan biru merupakan simbol kedinamisan, keaktifan, keperkasaan, dan maskulinitas.
6. Simbol ketenangan, keteduhan, dan kemegahan
Menurut KBBI, mega memiliki makna awan. Awan menggambarkan kewibawaan, keteduhan, dan ketenangan. Di sisi lain, mendung memiliki makna keteduhan dan ketenangan.
Sementara itu, menurut kultur masyarakat Cirebon setempat, makna batik ini diharapkan menunjukkan kewibawaaan dan kemegahan sekaligus tetap anggun dan tenang. Meski memiliki kekuasaan atau jabatan yang tinggi. Selain itu motif batik memberikan kesan keterbukaan, dinamis, dan maskulin.
Upaya Nyata Melestarikan Batik Mega Mendung
Supaya batik Mega Mendung yang cantik ini tetap bisa kita temui seterusnya. Berikut ini adalah cara melestarikan batik Mega Mendung seperti:
1. Bangga Memakainya dalam Keseharian
Langkah paling mudah dan berdampak besar adalah dengan memakainya. Hapus stigma kalau batik itu kaku atau hanya untuk acara formal.
Saat ini batik Mega Mendung sudah dipadukan kedalam pakaian kasual seperti kemeja dan outer, bermotif batik.
2. Edukasi Sejak kepada Anak
Melestarikan budaya itu harus dimulai dari akarnya, yaitu anak-anak dan remaja. Jika mereka tidak kenal, mana mungkin mereka bisa sayang?
Selain pengenalan batik di sekolah, di luar sekolah, orang tua bisa mengenalkan cerita di balik motif awan ini melalui pakaian atau pembelajaran yang menarik dan edukatif.
3. Dukung UMKM dan Pengrajin Lokal
Sekarang banyak beredar kain bermotif batik hasil cetakan mesin (printing) dengan harga sangat murah. Padahal, ruh dari batik terletak pada proses mencantingnya.
Kawan GNFI bisa membeli batik Mega Mendung cap atau tulis langsung dari pengrajin lokal, khususnya di Cirebon. Dengan membeli produk otentik, kita membantu roda ekonomi para pengrajin batik motif Mega Mendung tetap berputar.
4. Manfaatkan Kekuatan Media Sosial (Go Digital!)
Hari gini, konten di media sosial punya kekuatan luar biasa. Kalau kita bisa bikin video estetik foto di caffe estetik, kenapa tidak OOTD dengan batik? Kawan GNFI bisa membuat konten kreatif di sosial media seputar mix and match pakaian dengan batik Mega Mendung, atau bagikan video singkat tentang filosofi maknanya.
Baca juga: 7 Motif Batik Jawa Barat yang Sarat Makna Simbolis
Demikian 10 motif batik Mega Mendung menjadi penutup tulisan ini. Menjadi salah satu warisan budaya asli Indonesia, tentunya Anda akan semakin bangga bukan dengan batik yang satu ini? Terus cintai budaya negeri sendiri dan tetap lestarikan untuk generasi berikutnya. Semoga bermanfaat!
Rujukan dan Referensi:
https://batikmotifcirebon.wordpress.com/daftar-batik-cirebon-khas-cirebon/
https://digilib.isi.ac.id/6210/3/JURNAL%201310657031.pdf
https://eprints.uny.ac.id/27625/1/Prasetyaningtyas%2C%2007207241013.pdf
https://etalaseseni.blogspot.com/2015/11/motif-batik-klasik-cirebon.html
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


