Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan 150 ribu beasiswa pendidikan tinggi bagi para guru di seluruh Indonesia sebagai langkah memperkuat kompetensi tenaga pendidik.
Program ini ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1).
Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 200 ribu guru di Indonesia yang belum memenuhi standar kelulusan tersebut sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
“Guru-guru yang belum D4 dan S1 akan difasilitasi melalui program beasiswa dengan skema rekognisi pembelajaran lampau,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Sabtu (30/5/2026).
Setiap guru penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester dengan target masa perkuliahan maksimal empat semester atau dua tahun.
Pelatihan guru ini juga nantinya diperluas, dengan meliputi kelas pemrograman (coding), teknologi kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan kepala sekolah, hingga kursus bahasa Inggris.
Selain bantuan kuliah, kementerian membenahi fasilitas penunjang di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan membangun pagar sekolah, saluran air bersih, serta rumah dinas guru.
Penyediaan rumah dinas baru di wilayah pelosok ini ditargetkan bisa memangkas kendala jarak tempuh yang jauh dan mendukung kesejahteraan para tenaga pendidik di lapangan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


