Pertamina melakukan penyesuaian harga berkala untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di berbagai daerah imbas krisis energi global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar komoditas.
Kebijakan perubahan tarif yang diterapkan pada pertengahan tahun ini menyasar jenis bahan bakar bermesin bensin nonsubsidi serta varian solar industri.
Tiga varian produk yang mengalami lonjakan nilai jual secara signifikan meliputi kelompok Pertamax Turbo, Pertamina Dex (Pertadex), dan varian Dexlite.
Pemerintah memastikan bahwa penyesuaian harga pasar ini tidak menyentuh kategori BBM bersubsidi yang biasa digunakan oleh kelompok masyarakat luas.
Untuk wilayah Jawa Tengah, harga produk Pertamax Turbo mengalami kenaikan sebesar Rp500 dari semula Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.
Lonjakan tertinggi terjadi pada varian Pertadex yang merangkak naik sebesar Rp4.000, membuat harganya bergeser dari Rp23.900 ke angka Rp27.900 per liter.
Sementara untuk komoditas Dexlite, grafik harga menunjukkan peningkatan sebesar Rp2.400 dari tarif lama Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter.
Untuk wilayah Provinsi Aceh, ketetapan nilai jual eceran dipatok sebesar Rp20.350 untuk Pertamax Turbo, Rp28.500 untuk Pertadex, dan Rp26.600 untuk Dexlite.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


