Mahastupa Candi Borobudur dipugar lagi sejak awal Oktober 2026. Laman resmi DitjenΒ Bimas Buddha RI menjelaskan bahwa agenda tersebut tertuang melalui gelaran Taklimat Media Pemugaran Yasti Mahastupa Candi Borobudur yang diselenggarakan pada hari Selasa lalu (13/10/2026), bertempat di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Menurut keterangan Menteri Kebudayaan, Prof. Dr. Fadli Zon, keputusan ini dibuat pasca ditemukan pergeseran susunan batu serta adanya rongga dan rekahan saat dilakukan pemantauan dan kajian teknis beberapa bulan lalu. Temuan pada bagian Yasti ini dirasa perlu segera ditangani.
βPemugaran ini dilakukan karena kita telah menemukan terjadi pergeseran susunan batu serta rongga dan rekahan pada bagian yasti yang teridentifikasi melalui monitoring dan kajian teknis tahun 2026, jadi baru beberapa bulan yang lalu,β jelasnya.
Mahastupa Candi Borobudur sendiri merupakan stupa induk yang terletak di bagian puncak candi. Menurut CNN, stupa besar tersebut pernah dipugar pada tahun 1907-1911 oleh Theodoor van Erp.
Proses pemugaran struktur Yasti Mahastupa Borobudur kali ini sendiri dimulai sejak awal Oktober lalu dan targetnya akan rampung pada tanggal 24 Oktober 2026 mendatang.
Tidak hanya melakukan pemugaran terhadap stupa induk, pihak Kementerian Kebudayaan kini juga tengah melakukan proses pembersihan endapan garam yang sempat ditemukan di sejumlah titik bangunan dan relief candi. Penanganan tersebut dilakukan secara manual dengan teknologi laser agar tidak merusak batuan.
Di samping pemugaran Yasti Mahastupa Borobudur, pemerintah juga menampung wacana untuk memasang chattra adaptasi stupa induk Candi Borobudur. Meski rencana ini perlu didiskusikan lebih lanjut bersama pihak UNESCO, diharapkan ke depannya monumen sakral tersebut tidak hanya berfungsi untuk wisata, tetapi juga mendukung kegiatan agama sesuai ketentuan yang berlaku.


