Pemerintah memperpanjang kembali masa pelaksanaan program bantuan sosial pangan berupa beras serta minyak goreng kemasan komoditas Minyakita.
Keputusan kelanjutan program penyaluran ini diambil melalui kesepakatan rapat koordinasi teknis bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai instrumen utama dalam upaya menstabilkan pergerakan harga pokok strategis di pasar rakyat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog berkomitmen untuk mempercepat pendistribusian pasokan pangan pokok tersebut hingga Juni 2026.
Percepatan penyaluran dinilai mendesak mengingat realisasi pemenuhan target distribusi berkala baru menyentuh angka kisaran 34 persen.
“Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa.
Penyediaan komoditas minyak goreng dalam agenda pemenuhan pangan pokok berkala ini ditargetkan mampu menyerap volume sekitar 132.900 kiloliter.
Berdasarkan catatan pengiriman per 20 Mei, panen penyaluran produk Minyakita telah menyentuh angka 46.200 kiloliter yang menyasar 11,5 juta keluarga penerima.
Setiap unit rumah tangga sasaran yang terdata akan mendapatkan jatah alokasi sebanyak 4 liter guna menekan ketergantungan belanja harian di pasar bebas.
Stok cadangan pangan dalam negeri dilaporkan masih berada dalam kondisi aman, dengan penguasaan penyimpanan di gudang Bulog sebanyak 89.000 kiloliter.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


