Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai perkembangan teknologi robotika dan sistem otomasi membuka peluang lapangan kerja baru bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan bahwa sektor industri manufaktur, logistik, otomotif, hingga pergudangan semakin masif mengadopsi teknologi otomatisasi.
Pergeseran pola kerja tersebut mengubah kebutuhan tenaga kerja dari pekerjaan manual menuju kemampuan mengoperasikan, memelihara, serta mengembangkan sistem berbasis robotika.
Lulusan sekolah vokasi memiliki modal dasar kuat dari penerapan kurikulum teknik mekatronika, elektronika industri, rekayasa perangkat lunak, hingga teknik otomasi.
Pengintegrasian pembelajaran antar keahlian tersebut didorong untuk menjawab tantangan dunia kerja modern yang menuntut penguasaan berbagai bidang ilmu secara terpadu.
"Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia melainkan menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kemampuan dengan nilai tambah lebih tinggi" ujar Arie Wibowo Khurniawan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


