Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Kerajaan Maroko di bidang pariwisata, energi terbarukan, serta sektor komoditas unggulan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko Redouane Houssaini di Mataram untuk membahas peluang penanaman modal asing.
Pemerintah daerah menawarkan 4 proyek pembangunan hotel mewah di kawasan Mandalika dan Lombok Utara dengan total nilai investasi sebesar Rp1,61 triliun.
Pengembangan energi baru terbarukan berbasis tenaga surya terapung di 15 bendungan besar turut menjadi opsi kemitraan sektor energi.
Sektor perikanan dan pertanian seperti program penanaman 1 juta pohon kelapa serta kopi menjadi komoditas pendukung jaringan industri olahan.
"Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah dipersiapkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang menjanjikan" ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


