Pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Sumatra Barat menunjukkan grafik yang semakin positif.
Air Tawar Shelter di Kota Padang kini berkembang menjadi salah satu titik layanan yang padat penumpang dalam mengakomodasi perjalanan harian urban.
KAI mencatat volume pelanggan yang melakukan aktivitas naik dan turun di shelter tersebut menembus angka 134.375 orang sepanjang Januari hingga April 2026.
Akumulasi tersebut melonjak sebanyak 18.901 orang atau setara 16,37 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 115.474 pelanggan.
“Aktivitas pendidikan, permukiman, perdagangan, hingga wisata berada dalam satu koridor yang sama. Kondisi tersebut membuat kebutuhan mobilitas masyarakat terus tumbuh dan kereta api menjadi salah satu pilihan perjalanan yang semakin diminati,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Kamis (28/5/2026).
Secara geografis, infrastruktur perkeretaapian ini berdekatan dengan komplek perguruan tinggi besar serta lingkungan permukiman yang padat penduduk.
Setiap hari, shelter tersebut memfasilitasi perjalanan mahasiswa, pekerja, hingga pelaku usaha kecil yang hendak menuju pusat kota maupun wilayah penyangga lain.
Kehadiran stasiun penghubung ini membantu masyarakat mendapatkan kepastian waktu tempuh perjalanan di tengah kondisi jalan raya perkotaan yang rentan macet.
Akses logistik dan transportasi ini juga memiliki karakteristik unik karena posisinya yang berbatasan langsung dengan bentangan kawasan wisata pesisir.
Dari area sekitar peron, penumpang dapat menjangkau objek Pantai Padang serta deretan pusat kuliner lokal dengan berjalan kaki.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


