Kalangan muda mendominasi jumlah investor pasar modal di wilayah Jawa Tengah. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat sebanyak 82,97 persen dari total 3,19 juta investor di provinsi tersebut merupakan masyarakat berusia di bawah empat puluh tahun.
Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Azis Albakkar menyebut kelompok investor tersebut didominasi oleh generasi Z dan milenial. Peningkatan tren penanaman modal ini berjalan seiring kemudahan masyarakat dalam mengakses aplikasi investasi melalui gawai pintar.
Faktor utama yang mendorong lonjakan jumlah investor muda yaitu penurunan batas modal awal transaksi perbankan dan sekuritas. Calon investor dapat memulai pembelian instrumen investasi dengan nominal seratus ribu rupiah serta menyelesaikan verifikasi secara daring.
Kelompok karyawan swasta, aparatur sipil negara, guru, anggota TNI, Polri, hingga pensiunan menjadi porsi terbesar dengan angka mencapai 48,95 persen. Kota Semarang menempati urutan wilayah dengan jumlah pemilik rekening efek terbanyak di Jawa Tengah.
Pertumbuhan jumlah pemodal di provinsi tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 42,3 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Otoritas bursa rutin menggelar pelatihan dan sosialisasi untuk memperkuat pemahaman literasi keuangan masyarakat daerah.
"Akses transaksi kini semakin mudah dan terjangkau hanya melalui ponsel pintar," kata Azis.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


