Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menemukan 14 spesies mangrove di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Penemuan tersebut didapatkan saat tim akademisi melakukan kegiatan identifikasi keanekaragaman hayati secara berkala di lapangan.
Data hasil pencatatan menunjukkan adanya struktur vegetasi yang lengkap di area konservasi tersebut, mulai dari fase semai (seedling), pancang (stake), hingga tingkat pohon (tree). Selain belasan vegetasi utama, tim peneliti juga mengidentifikasi adanya enam spesies asosiasi yang tumbuh berdampingan secara alami di area pemetaan.
"Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa regenerasi alami mangrove berlangsung baik," kata Wakil Rektor ULM Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi Dr Yusuf Azis.
Eksistensi hutan penahan abrasi ini memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem pesisir dari terjangan gelombang laut sekaligus menjadi tempat pembiakan biota perairan. Pengumpulan data ilmiah ini dipersiapkan sebagai landasan utama penyusunan program pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar.
Sejak pertengahan tahun 2024, ULM mengantongi hak pengelolaan kawasan hutan produksi seluas 611 hektare di Kotabaru melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri.
Melalui legalitas PBPH tersebut, pihak kampus berwenang memanfaatkan area lahan basah ini untuk pusat studi lingkungan, wisata pendidikan, budidaya perikanan, serta optimalisasi penyerapan karbon.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


