Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan potensi kerja sama strategis antara Indonesia dan Filipina di sektor nikel.
Pembahasan ini dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama di KTT ASEAN di Filipina pada 6—8 Mei 2026 guna memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia membuka peluang kemitraan berbasis business-to-business (B2B) untuk stabilitas pasokan bahan baku nikel yang dibutuhkan oleh industri smelter dalam negeri.
Filipina diposisikan sebagai mitra yang dapat memasok kebutuhan bahan baku jika produksi domestik Indonesia mengalami kekurangan atau defisit di masa depan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana pengenaan pajak tambahan atau windfall tax serta bea keluar bagi komoditas nikel dan batu bara untuk mengompensasi beban subsidi APBN akibat fluktuasi harga energi global.
Formulasi tarif pajak ganda tersebut saat ini sedang dimatangkan oleh Kementerian Keuangan bersama Kementerian ESDM.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


