Libur panjang tak hanya soal tujuan, tetapi juga tentang cerita yang lahir selama perjalanan. Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah yang berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila, kereta api kembali menjadi penghubung ribuan kisah dari berbagai penjuru Indonesia.
Hingga 31 Mei 2026, KAI telah melayani 956.265 pelanggan dalam lima hari pertama periode long weekend, sementara penjualan tiket untuk keberangkatan 26 Mei–1 Juni telah mencapai 1,3 juta tiket.
Menariknya, mobilitas masyarakat tidak terkonsentrasi pada satu hari tertentu. Perjalanan justru tersebar sepanjang masa liburan, mencerminkan beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari berwisata, mengunjungi keluarga, menghadiri kegiatan keagamaan, hingga perjalanan bisnis.
Di sepanjang rel, setiap kereta menghadirkan pengalaman berbeda. KA Joglosemarkerto menghubungkan kota-kota budaya di Jawa Tengah dan Yogyakarta, sementara KA Pariaman Ekspres menawarkan panorama pantai barat Sumatra yang memikat.
Di Jawa Barat, KA Siliwangi dan KA Pangrango menyuguhkan pemandangan pegunungan hijau yang menemani perjalanan.
"Di balik setiap perjalanan, ada orang tua yang menunggu anaknya pulang, ada keluarga yang akhirnya bisa berkumpul, ada sahabat yang kembali bertemu, dan ada harapan yang sedang dituju," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Selama libur panjang ini, rel-rel kereta menjadi jalur yang menghubungkan berbagai daerah, menggerakkan aktivitas ekonomi, mendukung sektor pariwisata, serta mempererat hubungan antarmasyarakat.
Dari pesisir Sumatra hingga pegunungan Jawa, setiap perjalanan menghadirkan manfaat yang melampaui jarak tempuhnya. Kereta api pun terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, sekaligus bermakna bagi jutaan pelanggan yang menjadikannya pilihan utama untuk bepergian.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


