Peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan inovasi pengolahan limbah ampas kopi menjadi pasokan minyak bermutu tinggi.
Pemanfaatan sisa seduhan ini bertujuan membuka peluang hilirisasi baru yang mampu menyuplai kebutuhan komoditas industri kosmetik serta sektor bahan tambahan pangan nasional.
Penerapan metode ekstraksi ramah lingkungan terbukti efektif mengekstrak kandungan senyawa bioaktif penting tanpa merusak struktur kimia dasar material. Formulasi minyak nabati alternatif ini memiliki keunggulan pada tingkat stabilitas penyimpanan yang baik berkat rendahnya grafik nilai kadar oksidasi lipida.
Optimalisasi hasil riset pangan analitik tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan industri manufaktur berbasis pemanfaatan sumber daya sirkular di berbagai daerah.
"Penelitian membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang kimia pangan analitik serta pengembangan produk pangan inovatif,” kata Peneliti BRIN, Fawzan Sigma Aurum, Sabtu (23/5).
Pengujian membandingkan efisiensi sistem gelombang suara UAE dengan metode konvensional supercritical CO₂ yang ditambahkan pelarut etanol organik.
Kedua mekanisme modern tersebut terbukti jauh lebih unggul dalam mempertahankan keberadaan senyawa indikator mutu, seperti caffeoylquinic acids (CQAs) dan glutamic acid.
Sementara pengujian menggunakan metode tradisional Soxhlet mencatatkan penurunan kualitas karena paparan panas tinggi dalam durasi lama memicu pembengkakan kadar lipida teroksidasi.
Keberadaan senyawa pelindung alami hasil ekstraksi UAE menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan dasar sektor nutraceutical ingredients.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


