peringatan satu dekade mobile legends bang bang dalam melihat perkembangan industri kreatif gim di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Peringatan Satu Dekade Mobile Legends: Bang Bang dalam Melihat Perkembangan Industri Kreatif Gim di Indonesia

Peringatan Satu Dekade Mobile Legends: Bang Bang dalam Melihat Perkembangan Industri Kreatif Gim di Indonesia
images info

Dokumentasi Pribadi


Ikuti GNFI di WhatsApp

Perayaan satu dekade Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada 9โ€“11 Oktober 2026 di Tunjungan Plaza, Surabaya, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gim. Ribuan pengunjung dari Surabaya dan berbagai daerah hadir untuk merayakan perjalanan gim yang telah menjadi bagian dari budaya populer dan kehidupan digital masyarakat.

Mayoritas pengunjung adalah pemain dan penggemar setia gim MLBB yang telah mengikuti perjalanan panjang gim ini di Indonesia. Walau Moonton, pengembang gim pembuat MLBB telah secara masif memasarkan game ini di negara-negara lain di Asia, Indonesia masih menaruh minat yang besar pada gim ini.

Dilansir Goodstats, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2025, 48,99% menyebut MLBB sebagai gim yang paling banyak digemari, disusulย Free Fire sebesar 23,05% dan PUBG sebesar 11,05%. Survei tersebut melibatkan 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi.

Data ini memperlihatkan kuatnya posisi MLBB di antara pemain gim daring Indonesia. Namun, popularitas sebuah gim juga membuka pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana besarnya pasar dan antusiasme pemain berkontribusi terhadap perkembangan industri gim nasional?.

baca juga

Pertanyaan tersebut penting karena industri gim tidak hanya mencakup produk yang dimainkan masyarakat, tetapi juga ekosistem ekonomi dan kreatif yang tumbuh di sekitarnya. Kehadiran tim profesional seperti RRQ, EVOS, ONIC, dan Bigetron, serta liga kompetitif seperti Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia, menunjukkan bahwa gim telah berkembang menjadi ruang kompetisi dan pekerjaan.

Pemain profesional, pelatih, penyelenggara turnamen, kreator konten, dan pekerja produksi siaran menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Kontenย gameplay dan live streaming yang dibuat oleh kreator seperti Jess No Limit, Windah Basudara, MiawAug, dan konten kreator gim lainnya juga memperluas jangkauan gim sekaligus membuka peluang pendapatan melalui iklan, sponsor, dan monetisasi platform.

Dengan demikian, aktivitas bermain tidak lagi berhenti pada pengalaman individual, tetapi terhubung dengan produksi konten, pembentukan komunitas, dan berbagai kegiatan ekonomi digital.

Indonesia juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan gim yang menjangkau pasar internasional. Digital Happiness melalui DreadOut, Toge Productions melalui Coffee Talk dan A Space for the Unbound, serta Agate, Mojiken Studio, dan Lentera Studio menunjukkan keragaman kemampuan pengembang lokal dalam aspek artistik, naratif, dan mekanisme permainan. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat bahwa lebih dari 250 gim karya pengembang nasional telah tersedia di platform Steam pada 2023.

baca juga

Perbandingan antara MLBB dan pengembang lokal menjadi penting dalam konteks ini. MLBB memperlihatkan bagaimana satu gim dapat membangun basis pemain, kompetisi, komunitas, dan aktivitas komersial dalam skala besar. Sementara itu, keberhasilan pengembang lokal menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki kapasitas untuk menciptakan produk gim sendiri.

Kedua perkembangan tersebut tidak harus dipertentangkan, tetapi perlu dibedakan. Besarnya konsumsi gim dan pertumbuhanย e-sports merupakan satu indikator perkembangan ekosistem, sedangkan kemampuan memproduksi, mendistribusikan, dan mempertahankan kepemilikan atas gim merupakan persoalan lain yang tidak kalah penting.

Tantangan industri gim Indonesia adalah menghubungkan keduanya agar pertumbuhan pasar tidak hanya memperbesar konsumsi, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi nasional.

Perspektif ludologi yang dikembangkan Gonzalo Frasca dalam esainya, Simulation versus Narrative: Introduction to Ludology (2004), dapat membantu menjelaskan bagaimana gim membangun pengalaman bermain melalui aturan, simulasi, dan tindakan pemain.

baca juga

Dalam MLBB, pengalaman bermain dibentuk oleh mekanisme pertarungan, pemilihan hero, penyusunan strategi, serta koordinasi antarpemain. Setiap pertandingan menghadirkan situasi yang berbeda karena hasilnya dipengaruhi oleh keputusan dan interaksi pemain di dalam sistem permainan.

Karakteristik tersebut membantu menjelaskan mengapa MLBB dapat berkembang menjadi kompetisi yang menarik untuk dimainkan sekaligus ditonton. Ludologi membantu memahami gim sebagai sistem interaktif, sedangkan perkembangan industrinya perlu dibaca melalui hubungan yang lebih luas antara produksi, konsumsi, dan aktivitas ekonomi.

Hubungan tersebut semakin terlihat ketika gim terintegrasi dengan industri kreatif. Produksi video gameplay, siaran langsung, desain visual, animasi, penyiaran turnamen, dan pemasaran digital menciptakan ruang kerja bagi berbagai pelaku kreatif. Kreator konten tidak hanya mendistribusikan pengalaman bermain kepada penonton, tetapi juga membentuk selera publik, membangun komunitas, dan mempertahankan perhatian terhadap gim tertentu.

Akan tetapi, pertumbuhan ekosistem tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana nilai ekonomi dihasilkan dan siapa yang memperoleh manfaat darinya. Pemikiran Christian Fuchs tentang kapitalisme digital dan kerja digital (digital labour) dapat digunakan untuk mengkritisi persoalan ini. Dalam Digital Capitalism: Media, Communication and Society (2021), Fuchs membahas hubungan antara aktivitas digital, produksi nilai, dan struktur kapitalisme.

baca juga

Dalam ekosistem gim, pemain profesional dapat memperoleh penghasilan melalui kontrak dan kompetisi, sedangkan kreator konten dapat menghasilkan pendapatan melalui iklan, sponsor, dan monetisasiย platform. Pada saat yang sama, keterlibatan komunitas dalam memainkan, membicarakan, dan menyebarkan gim ikut mempertahankan popularitas produk.

Namun, kontribusi terhadap ekosistem tidak selalu menghasilkan imbalan yang sepadan bagi setiap pelakunya. Tidak semua pemain memperoleh pendapatan dari aktivitas bermain, dan tidak semua kreator memiliki akses yang sama terhadap monetisasi.

Penguatan industri gim nasional memerlukan kebijakan yang melampaui perluasan akses dan penyelenggaraan kompetisi e-sports. Dukungan perlu mencakup pengembangan studio lokal, pelatihan tenaga kerja, pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, serta kemitraan internasional. Kolaborasi antara pengembang, investor, penerbit, dan pemerintah juga penting untuk membangun jaringan bisnis berkelanjutan.

Kehadiran lebih dari 250 gim lokal diย platform distribusi internasional menunjukkan potensi kreatif yang menjanjikan. Namun, keberhasilan industri tidak cukup diukur dari jumlah gim yang dirilis. Tantangan utamanya ialah mendorong pengembang lokal membangun perusahaan yang berkelanjutan, menjangkau pasar lebih luas, dan terus menghasilkan karya inovatif.

baca juga

Satu dekade MLBB pada akhirnya memberi Indonesia kesempatan untuk menilai arah perkembangan industri gimnya sendiri. Namun, keberhasilan pasar tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kemajuan.

Perlu dibedakan antara negara yang ramai memainkan gim, negara yang berhasil membangun industri tontonan kompetitif, dan negara yang mampu memproduksi serta memiliki kekayaan intelektual gimnya sendiri. Ketiganya dapat saling mendukung, tetapi tidak berkembang secara otomatis dalam kecepatan yang sama.

Pertanyaan yang perlu dijawab bukan apakah masyarakat Indonesia menyukai gim, melainkan apakah besarnya pasar tersebut dapat membantu Indonesia mengambil peran lebih kuat dalam produksi, kepemilikan, dan distribusi gim di tingkat global.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CD
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.