pengaruh perkembangan platform digital terhadap kesejahteraan buruh - News | Good News From Indonesia 2026

Pengaruh Perkembangan Platform Digital Terhadap Kesejahteraan Buruh

Pengaruh Perkembangan Platform Digital Terhadap Kesejahteraan Buruh
images info

pengaruh perkembangan platform digital terhadap kesejahteraan buruh, khususnya permasalahan pendapatan yang tidak menentu, kurangnya perlindungan sosi


Ikuti GNFI di WhatsApp

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja dan memperoleh penghasilan. Jika dahulu pekerjaan lebih banyak dilakukan melalui kantor atau tempat usaha secara langsung, kini seseorang dapat menawarkan jasa, menerima pesanan, bahkan membangun usaha melalui telepon genggam.

Kehadiran platform digital seperti layanan transportasi daring, pesan antar makanan, dan situs pekerjaan lepas telah membuka pilihan pekerjaan yang semakin beragam bagi masyarakat Indonesia.

Perubahan ini menjadi peluang penting, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan tambahan atau belum memperoleh pekerjaan tetap. Melalui platform digital, seseorang dapat menawarkan keterampilan dan jasanya kepada lebih banyak orang tanpa harus selalu terikat pada tempat kerja tertentu. Fleksibilitas waktu juga memungkinkan pekerja menyesuaikan aktivitasnya dengan kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Peluang tersebut terlihat dari besarnya perkembangan ekonomi digital Indonesia. OECD (2024) memperkirakan sekitar 2,3 juta penduduk Indonesia bekerja pada layanan yang menjadikan platform digital sebagai bagian penting dari kegiatan usahanya, seperti transportasi dan akomodasi. Angka ini menunjukkan bahwa platform digital telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat dan membuka ruang pekerjaan baru.

baca juga

Namun, kemudahan memperoleh pekerjaan melalui aplikasi belum tentu sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan pekerja. Di balik peluang yang ditawarkan, masih terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga keterbatasan perlindungan sosial. Karena itu, perkembangan ekonomi digital perlu diikuti dengan upaya memastikan bahwa pekerja memperoleh manfaat yang adil.

Peluang Kerja yang Semakin Terbuka

Platform digital memberikan cara baru bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja. Pengemudi ojek daring, kurir, mitra layanan pesan antar makanan, hingga pekerja lepas di bidang desain dan penulisan merupakan beberapa contoh pekerjaan yang berkembang melalui teknologi digital.

Kehadiran platform tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh penghasilan dengan memanfaatkan keterampilan dan sumber daya yang dimiliki. Seseorang yang memiliki kendaraan dapat menggunakannya untuk bekerja sebagai pengemudi atau kurir. Sementara itu, seseorang yang mempunyai kemampuan desain, penerjemahan, maupun penulisan dapat menawarkan jasanya melalui internet.

Peluang ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara perusahaan menjalankan kegiatan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk bekerja. Platform digital bahkan dapat menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan penghasilan tambahan. Jika dimanfaatkan dengan baik, perkembangan ini berpotensi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif.

baca juga

Tantangan Kesejahteraan di Balik Kemudahan Digital

Meskipun menawarkan berbagai peluang, pekerjaan berbasis platform digital juga memiliki tantangan. Salah satu persoalan yang sering dihadapi pekerja adalah pendapatan yang tidak selalu stabil. Penghasilan pengemudi ojek daring, misalnya, bergantung pada jumlah pesanan, kondisi permintaan, dan berbagai ketentuan yang berlaku pada platform. Ketika pesanan berkurang, pendapatan yang diterima juga dapat menurun.

Selain itu, pekerja harus menanggung biaya operasional, seperti bahan bakar, paket internet, perawatan kendaraan, dan kebutuhan kerja lainnya. Oleh karena itu, jumlah pendapatan yang terlihat belum tentu mencerminkan penghasilan bersih yang benar-benar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Persoalan ini juga mendapat perhatian dalam laporan International Labour Organization (ILO). ILO (2021) menjelaskan bahwa pekerja platform digital menghadapi risiko pendapatan yang tidak stabil dan ketidakpastian pekerjaan. ILO juga menekankan pentingnya memperluas akses perlindungan sosial bagi pekerja yang memperoleh penghasilan melalui platform digital.

Temuan tersebut sejalan dengan laporan Fairwork Indonesia Ratings 2023. Laporan yang disusun oleh Centre for Innovation Policy and Governance bersama peneliti Fairwork itu menyoroti sejumlah persoalan dalam kondisi kerja platform digital di Indonesia, termasuk pendapatan yang rendah atau tidak stabil, jam kerja panjang, risiko keselamatan, serta keterbatasan akses terhadap jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja.

baca juga

Gambaran ketenagakerjaan Indonesia secara umum juga menunjukkan bahwa persoalan upah masih penting untuk diperhatikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah buruh pada Agustus 2025 sebesar Rp3,33 juta per bulan, meningkat 1,94 persen dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar Rp3,27 juta. Angka tersebut merupakan rata-rata upah buruh/karyawan/pegawai berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), bukan pendapatan khusus pekerja platform digital. Meskipun demikian, data tersebut dapat menjadi gambaran umum mengenai kondisi pengupahan di Indonesia.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Pekerjaan yang Lebih Layak

Tantangan dalam ekonomi digital tidak seharusnya membuat masyarakat menghindari perkembangan teknologi. Sebaliknya, perkembangan tersebut perlu diarahkan agar mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih baik. Hal ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pertama, pemerintah perlu memperkuat kebijakan ketenagakerjaan yang mampu mengikuti perubahan pola kerja. Perlindungan bagi pekerja platform digital perlu diperhatikan, termasuk kejelasan hubungan kerja, transparansi sistem pembayaran, akses jaminan sosial, serta mekanisme pengaduan ketika terjadi permasalahan. Dengan aturan yang jelas, pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan rasa aman.

Kedua, perusahaan penyedia platform digital perlu membangun sistem kerja yang lebih transparan dan adil. Informasi mengenai pembagian pendapatan, biaya layanan, perubahan insentif, serta penilaian kinerja sebaiknya disampaikan secara jelas. Perusahaan juga perlu memperhatikan keselamatan dan keberlanjutan pendapatan mitra yang menjadi bagian penting dari kegiatan usahanya.

baca juga

Ketiga, lembaga pendidikan perlu mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja. Sekolah dan perguruan tinggi dapat mengembangkan keterampilan digital, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis. Kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui penelitian, pelatihan, serta program magang juga dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan pekerjaan yang terus berkembang.

Di sisi lain, pekerja juga perlu meningkatkan kemampuan agar dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Mengikuti pelatihan, mempelajari keterampilan baru, dan memahami penggunaan teknologi secara produktif merupakan langkah yang dapat memperluas kesempatan kerja. Dengan dukungan pendidikan dan lingkungan kerja yang baik, pekerja tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup.

Teknologi Seharusnya Membawa Kesejahteraan

Perkembangan platform digital telah membuka peluang baru bagi masyarakat Indonesia untuk bekerja dan memperoleh penghasilan. Fleksibilitas serta kemudahan akses menjadi manfaat yang patut dipertahankan. Namun, kemajuan tersebut perlu diimbangi dengan perlindungan dan kepastian yang lebih baik bagi para pekerja.

Pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk membangun ekosistem kerja digital yang lebih adil. Teknologi seharusnya tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas kesempatan serta meningkatkan kesejahteraan manusia.

baca juga

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi digital bukan hanya diukur dari banyaknya aplikasi atau cepatnya layanan yang tersedia. Keberhasilan juga perlu dilihat dari sejauh mana pekerja mendapatkan penghasilan yang layak, perlindungan yang memadai, dan kesempatan untuk berkembang. Dengan kolaborasi yang tepat, perkembangan teknologi dapat menjadi peluang untuk menciptakan masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih inklusif dan sejahtera.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

OU
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.