ruang ambang alasan mengapa batas desa jembatan dan persimpangan jalan diangkerkan EayWrv - News | Good News From Indonesia 2026

Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan

Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan
images info

Konsep Liminalitas: ruang ambang dan alasan kenapa jembatan, persimpangan, dan perbatasan desa mampu melahirkan nuansa horor dan keangkeran. 

Ada tempat-tempat yang secara geografis biasa saja, tetapi secara kultural membawa atmosfer horor. Batas desa. Gapura. Jembatan. Pertelon. Prapatan. Tempat-tempat itu kerap mengandung cerita keangkeran. Bahkan dalam sejumlah tradisi, pengendara dianjurkan untuk mengucap salam atau membunyikan bel.

Mengapa?

Salah satu cara untuk membacanya adalah dengan konsep liminalitas. Ruang liminal adalah ruang yang tidak sepenuhnya berada di satu keadaan, tetapi juga belum sepenuhnya masuk ke keadaan yang lain. Ruang liminal bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang ambang: batas desa, jembatan, persimpangan, bahkan masa peralihan dalam kehidupan.

Sementara konsep liminalitas adalah keadaan ketika seseorang, kelompok, atau sebuah tempat berada dalam posisi ambang tersebut; status lama telah ditinggalkan, tetapi status baru belum sepenuhnya terbentuk. Justru karena ketidakpastian itulah ruang liminal sering dianggap sakral, keramat, atau berbahaya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.