CERITA KOTA | Tak lengkap rasanya jika Idulfitri tak dihiasi dengan kue-kue lebaran. Di sela aroma rendang dan opor, terselip wangi mentega dan gula di setiap ruang tamu.
Stoples yang tersusun rapi, menunggu sanak saudara yang hendak mampir untuk melepas rindu.
Manis, asin, kering dan basah, semua tersaji dengan harap bisa membawa kebahagiaan di hari yang suci.
Bagi setiap warga Pontianak, stoples Lebaran adalah cerminan niat dalam memuliakan tamu. Namun, di balik barisan stoples yang cantik, benarkah rasa manis masih menjadi penguasa tunggal di meja tamu?
Dan di tengah kepungan toko kue yang kian menjamur, apakah tradisi memanggang sendiri di dapur masih punya tempat di hati warga?
Baca Selengkapnya

