CERITA KOTA | Hari kemenangan yang ditunggu telah tiba. Bulan Syawal kembali menyapa Khatulistiwa. Momentum ini tak hanya menjadi penanda berakhirnya Ramadan, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi yang terus bertahan di tengah perubahan zaman.
Berbagai kisah dilewati oleh setiap umat Muslim saat bersiap menyambut hari lebaran. Ribuan manusia mengantre di toko-toko kue, memilih sejumlah kue yang dirasa mampu memeriahkan hari kemenangan.
Nastar selai nanas, bermacam jenis lapis, hingga kerupuk dan camilan asin mulai meninggalkan etalase dan beralih ke kantong belanja para pembeli, sebelum akhirnya tersaji untuk mendampingi silaturahmi berlangsung hangat.
Di sisi lain, ada orang yang lebih memilih untuk berkarya sendiri di dapur rumah mereka. Kartinawati, seorang ibu rumah tangga yang memang hobi memasak, memilih berkutat dengan adonan dan panggangan selama seharian demi mengisi stoples yang kosong. Berbekal modal Rp200.000, kali ini ia memilih untuk membuat kue sagu sederhana.
Umur yang telah melampaui 50 tahun tidak menjadi penghalang baginya untuk terus berkreasi. Kemampuan yang berawal dari hobi justru memberinya kemudahan dalam mengolah dan mengembangkan berbagai jenis kue, termasuk kue sagu. Meski telah memiliki resep yang telah ia kuasai selama bertahun-tahun, Kartinawati tak menutup diri dari perkembangan zaman.
Baca Selengkapnya

