Instalasi berbahan bambu tersebut dibangun di dua lokasi, yakni di samping lapangan bola dan di dekat Gedung Program Studi Karawitan ISI Padangpanjang. Melalui karya ini, Adri Yandi mengajak masyarakat menafsirkan kembali makna Rangkiang di tengah perubahan lingkungan dan kehidupan sosial.
Adri Yandi mengungkapkan, Rangkiang merupakan bentuk survival kit bagi masyarakat Minangkabau. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan pangan, tetapi juga merepresentasikan ketahanan sosial, keharmonisan, dan kemandirian ekonomi keluarga maupun kaum.


