Kuliner menjadi salah satu cara yang dekat dan menarik untuk mengenalkan keberagaman budaya suatu negara. Melalui kegiatan KKNT Internasional IPB University di Songkhla Rajabhat University (SKRU), mahasiswa Indonesia mengangkat tema Food & Culture in Indonesia sebagai bagian dari kegiatan cultural exchange antara Indonesia dan Thailand.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 & 17 Juli 2026 di Songkhla Rajabhat University (SKRU), Thailand. Program ini tidak hanya memperkenalkan berbagai makanan dan minuman khas Indonesia, tetapi juga menggunakan Bahasa Inggris sebagai media komunikasi agar peserta dapat belajar bahasa sekaligus memahami budaya Indonesia.
Materi yang diberikan mencakup makanan khas dari berbagai daerah, seperti rendang dari Sumatera Barat, berbagai makanan tradisional, serta minuman seperti wedang jahe, teh talua, dan bir pletok.
Menariknya, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa SKRU untuk menemukan persamaan antara kuliner Indonesia dan Thailand, salah satunya melalui pengenalan twin desserts. Setelah mengenal makanan dan budaya, peserta kemudian mempelajari kosakata bahasa Inggris untuk menggambarkan rasa, seperti sweet, bitter, sour, dan delicious. Pembelajaran kemudian dilanjutkan denganΒ role-play, kuis, serta pertanyaan mengenai makanan, dessert, dan minuman Indonesia.
Perbedaan yang Mempertemukan
Bagi mahasiswa di Thailand, mengenal budaya Indonesia tidak hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya makanan. Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam dari berbagai daerah, mulai dari makanan utama, makanan ringan, makanan penutup, hingga minuman tradisional.
Di sisi lain, terdapat pula berbagai makanan Indonesia yang memiliki kemiripan dengan kuliner Thailand. Kesamaan tersebut menjadi peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa Indonesia dan Thailand untuk saling berbagi pengetahuan mengenai budaya masing-masing.
Selain pengenalan budaya, kemampuan bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam kegiatan karena digunakan sebagai media komunikasi dalam proses cultural exchange. Oleh karena itu, mahasiswa KKNT Internasional IPB University mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan materi Food & Culture in Indonesia di Songkhla Rajabhat University (SKRU).
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pengenalan makanan Indonesia, tetapi menjadi ruang interaksi dan pertukaran budaya yang memungkinkan peserta belajar bahasa, mengenal budaya, serta menemukan persamaan dan perbedaan antara Indonesia dan Thailand.
Mengenalkan Kuliner Indonesia
Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan ragam kuliner Indonesia, mulai dari makanan utama, makanan ringan, hingga minuman tradisional dari berbagai daerah. Mahasiswa KKNT menampilkan gambar serta menjelaskan asal-usul singkat dari tiap hidangan, seperti Rendang dari Sumatera Barat, Teh Talua dari Sumatera Barat, Wedang Jahe, dan Bir Pletok dari Betawi, sehingga peserta tidak hanya mengenal nama makanan, tetapi juga memahami konteks budaya di baliknya.
Setelah pengenalan kuliner, sesi dilanjutkan dengan pembahasan twin desserts, yaitu pasangan makanan penutup dari Indonesia dan Thailand yang memiliki kemiripan bentuk, bahan, atau rasa, seperti es cendol dengan lod chong, kue lapis dengan khanom chan, serta kolak dengan bua loy. Melalui perbandingan ini, mahasiswa SKRU diajak untuk melihat kedekatan budaya kuliner kedua negara sekaligus menemukan hal-hal yang membedakannya.
Materi kemudian bergeser ke pembelajaran bahasa Inggris, di mana peserta diperkenalkan dengan kosakata sederhana untuk menggambarkan rasa makanan. Peserta diajak menyusun kalimat sederhana menggunakan kosakata, seperti "The Food is Delicious," "The Cake is Bitter," dan "The Drink is Sweet," sebagai latihan komunikasi praktis.
Untuk memastikan pemahaman peserta, mahasiswa KKNT juga menyampaikan ungkapan sehari-hari (simple expressions) yang relevan dengan konteks makan, seperti ucapan sebelum makan "Selamat makan" yang dipadankan dengan "Enjoy your meal" dalam bahasa Inggris dan bahasa Thailand.
Sesi ditutup dengan kegiatan interaktif berupa role-play, kuis, serta sesi tanya-jawab seputar makanan, dessert, dan minuman Indonesia. Peserta juga diajak mencicipi langsung beberapa makanan dan minuman khas Indonesia yang telah diperkenalkan, sehingga pembelajaran bahasa dan budaya tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui indra rasa.
Kesan & Pesan Mahasiswa
"Kegiatan ini sangat seru karena kami tidak hanya belajar bahasa Inggris, tapi juga langsung mencoba makanan dan minuman dari Indonesia. Ternyata banyak juga makanan Thailand yang mirip dengan makanan Indonesia, jadi lebih mudah untuk memahami dan mengingatnya," ujar salah satu mahasiswa Songkhla Rajabhat University (SKRU) yang mengikuti kegiatan.
Ketika Cita Rasa menjadi Cerita
Melalui pendekatan yang memadukan pengenalan kuliner, perbandingan budaya, dan pembelajaran bahasa Inggris, peserta dari SKRU menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Penggunaan twin desserts sebagai jembatan pembelajaran terbukti efektif membantu peserta memahami materi lebih cepat, karena mereka dapat mengaitkan kosakata dan konsep baru dengan sesuatu yang sudah mereka kenal dari budaya sendiri.
Kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana berbahasa Inggris terkait rasa dan makanan juga terlihat meningkat, yang tercermin dari keaktifan mereka dalam sesi role-play dan kuis.
Selain aspek bahasa, kegiatan ini turut memperluas wawasan peserta mengenai keragaman kuliner Indonesia serta mempererat interaksi lintas budaya antara mahasiswa Indonesia dan Thailand. Pertukaran pengetahuan yang terjadi bersifat dua arah, di mana mahasiswa KKNT IPB University turut memperoleh pemahaman baru mengenai kuliner dan kebiasaan makan masyarakat Thailand.
Dari Pertemuan menjadi HubunganΒ
Kegiatan Food & Culture in Indonesia menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya dapat berjalan beriringan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu makanan.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT Internasional IPB University tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada mahasiswa Songkhla Rajabhat University, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pertukaran budaya yang saling memperkaya kedua belah pihak.
Harapannya, semangat cultural exchange yang telah dibangun selama kegiatan ini dapat terus berlanjut meski program KKNT telah usai, baik melalui komunikasi lanjutan antara mahasiswa Indonesia dan Thailand maupun melalui ketertarikan yang lebih dalam terhadap budaya masing-masing negara.
Dengan demikian, batas bahasa dan budaya bukan lagi menjadi penghalang, melainkan justru menjadi jembatan untuk saling mengenal dan mempererat hubungan antarbangsa.


