Warga Jakarta pasti sudah tidak asing dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau yang lebih sering disebut Perpusnas. Gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 September 2017.
Melansir dari laman Kompas, Perpusnas termasuk salah satu perpustakaan tertinggi di dunia dengan ketinggian 126,3 meter. Gedungnya sendiri memiliki total 27 lantai; 24 lantai menjulang ke atas dan 3 lantai di bawah tanah (basement).
Kalau Kawan baru pertama kali ke Perpusnas, tidak perlu bingung tentang bagaimana cara masuknya. Di internet sendiri juga cukup banyak video yang berisi informasi-informasi tentang perpustakaan ini.
Di bagian depan di lantai 1, terdapat museum yang bisa dijelajahi tiap sudut dan koleksinya. Setelah itu, Kawan akan disambut suasana asri dengan banyak tanaman di sekitar gedung
Tersedia juga beberapa tempat duduk bagi pengunjung untuk bersantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Nah, sebelum naik ke lantai atas, kita harus menitipkan barang bawaan di loker terlebih dulu, barulah kemudian bisa naik menggunakan eskalator.
Satu hal yang Kawan perlu antisipasi adalah lift-nya yang cukup ramai, sehingga kita perlu mengantre selama beberapa menit. Namun, waktu menunggu itu akan terbayar ketika Kawan sampai di lantai 24 tempat perpustakaan berada.
Perpustakaannya sangat luas dengan jendela-jendela yang menghadap pemandangan gedung-gedung di sekitar bangunan Perpusnas. Berkat hal itu juga, pencahayaan dalam perpustakaan menjadi bagus dan sangat natural.
Tentu saja perpustakaan ini memiliki banyak koleksi buku. Melansir dari Wikipedia, per 2026, terdapat 9,9 juta naskah atau buku yang bisa diakses di Perpustakaan Nasional.
Selain koleksi buku, perpustakaan ini juga punya fasilitas working space yang cukup beragam untuk pengunjung. Ada meja untuk yang ingin bekerja secara berkelompok, sofa atau kursi perorangan, bahkan area tangga pun punya space yang juga boleh diduduki.
Banyak colokan untuk memudahkan pengunjung bekerja dan area yang letaknya agak jauh dari jendela besar, diberi lampu bernuansa hangat yang bisa bikin Kawan betah berlama-lama.
Kalau sudah berada di lantai 24, kurang lengkap rasanya kalau tidak menikmati executive lounge atau duduk santai area roof top sambil melihat pemandangan Kota Jakarta. Sebagai lantai tertinggi, spot teratas ini menawarkan pemandangan Monumen Nasional (Monas) dengan sangat jelas.
Walaupun banyak orang berada di area ini, suasananya masih tetap kondusif. Beberapa orang datang sendirian untuk sekadar bersantai, dan ada juga yang datang dengan teman untuk berfoto ria di spot ikonik itu.
Memandangi hiruk-pikuk kota dari puncak gedung tinggi seperti ini, menjadi pengalaman yang sangat menarik. Nah, kalau Kawan mau menjelajah lantai-lantai lain, berikut ini fasilitas yang bisa Kawan temukan di Perpusnas:
- Lantai 1: Lobi Utama, Cafe, dan Ruang Penyimpanan Tas/Loker
- Lantai 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan, Layanan Informasi dan Pengaduan, Ruang Media Center, dan Auditorium
- Lantai 3: Layanan Penelusuran Informasi dan Fasilitas Peneliti, Layanan Koleksi Buku Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
- Lantai 4: Ruang Pameran dan Kantin
- Lantai 5: Perkantoran
- Lantai 6: Pusat data dan Masjid
- Lantai 7: Layanan Anak, Layanan Lansia dan Difabel, Musholla
- Lantai 8: Layanan Audiovisual dan Mikrofilm
- Lantai 9: Layanan Naskah Nusantara
- Lantai 10-11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
- Lantai 12-13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup, Musholla (Lt. 12)
- Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka
- Lantai 15: Layanan Koleksi Rujukan dan Ilmu Perpustakaan
- Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta dan Lukisan
- Lantai 17-18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
- Lantai 19: Layanan Multimedia, Musholla
- Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Mancanegara
- Lantai 21-22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka
- Lantai 23: Layanan Koleksi Majalah Terjilid
- Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Executive Lounge, dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara
Aktivitas berkunjung ke Perpustakaan Nasional ini patut dicoba warga lokal Jakarta yang bosan dengan mall, atau pendatang dari luar kota yang ingin menjelajahi Jakarta dengan cara yang berbeda.
Bagaimana, mau jadikan Perpusnas jadi destinasi traveling kamu selanjutnya?


