beda wisata kuliner dan wisata gastronomi - News | Good News From Indonesia 2026

Beda Wisata Kuliner dan Wisata Gastronomi, Jangan Tertukar!

Beda Wisata Kuliner dan Wisata Gastronomi, Jangan Tertukar!
images info

Beda Wisata Kuliner dan Wisata Gastronomi, Jangan Tertukar! Foto: Unsplash | Takashi Miyazaki


Ikuti GNFI di WhatsApp

Apakah Kawan GNFI pernah mendengar istilah wisata gastronomi, lalu bingung bedanya dengan wisata kuliner? Keduanya sama-sama berhubungan dengan makanan saat liburan. Namun, pengalamannya bisa jauh berbeda.

Beda wisata kuliner dan wisata gastronomi ada pada tujuannya. Wisata kuliner berfokus pada kegiatan mencicipi makanan khas atau makanan lokal suatu daerah, sedangkan wisata gastronomi mempelajari sejarah, budaya, dan proses di balik makanan itu.

Apa Itu Wisata Kuliner?

Wisata kuliner adalah perjalanan yang berkaitan dengan mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan mencoba makanan atau minuman khasnya. Dalam istilah lain, wisata kuliner juga sering disebut sebagai bogawisata. Fokusnya ada pada rasa dan kepuasan saat menikmati hidangan.

Contohnya, Kawan sedang berlibur ke Yogyakarta, Kawan sengaja memasukkan gudeg ke dalam rencana perjalanan. Aktivitas seperti berburu jajanan, mencoba makanan khas, dan mengunjungi tempat makan yang sedang ramai termasuk wisata kuliner.

baca juga

Apa Itu Wisata Gastronomi?

Wisata gastronomi adalah perjalanan yang tidak hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga untuk memahami cerita di balik makanan tersebut.

Menurut Kementerian Pariwisata, istilah gastronomi asalnya dari bahasa Yunani kuno, yaitu gaster yang berarti perut dan nomos yang berarti aturan.

Sementara itu, KBBI mengartikan gastronomi sebagai seni menyiapkan hidangan yang lezat. Dalam praktiknya, gastronomi membahas hubungan makanan dengan bduaya, sejarah, bahan, dan cara pengolahannya.

Aktivitasnya bisa berupa ikut kelas memasak, mengunjungi tempat pembuatan makanan, datau belajar filosofi di balik sebuah hidangan.

baca juga

Apa Saja Jenis Wisata Gastronomi?

Menurut akun Instagram resmi Kementerian Pariwisata, wisata gastronomi terbagi ke dalam lima jenis. Tiap jenis menawarkan pengalaman dengan fokus yang berbeda.

  1. Eco-gastronomy tourism: wisata yang memadukan makanan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Wisatawan diajak mendukung penggunaan bahan baku lokal, mengenal cara memasak yang ramah lingkungan, dan ikut menjaga keanekaragaman hayati.
  2. Ethno-gastronomy tourism: wisata yang menyoroti budaya dan tradisi kelompok etnis tertentu. Wisatawan bisa belajar resep lama, mencoba cara memasak tradisional, sampai mendengarkan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  3. Edu-gastronomy tourism: wisata yang memperdalam pengalaman lewat edukasi dan keterlibatan langsung. Wisatawan belajar soal pengolahan dan pengetahuan seputar pangan lokal, kesadaran dalam mengonsumsi makanan, serta keberlanjutan pangan.
  4. Heritage-gastronomy tourism: wisata yang menempatkan makanan sebagai bagian dari warisan budaya. Hidangan yang dicicipi biasanya punya sejarah panjang dan menjadi identitas suatu daerah.
  5. Modern-gastronomy tourism: wisata yang menyajikan sisi kuliner yang eksperimental. Contohnya teknik molecular gastronomy dan sous-vide, penyajian (plating) yang artistik, sampai teknologi pemesanan digital.

Beda Wisata Kuliner dan Wisata Gastronomi

Sederhananya, wisata kuliner berhenti hanya pada tahap menikmati makanan tersebut. Di sisi lain, wisata gastronomi berlanjut hingga memahami sejarah asal-usul, seni penyajian, hingga kisah yang melatarbelakangi makanan tersebut.

AspekWisata KulinerWisata Gastronomi
TujuanMencicipi makanan dan minuman khas suatu daerahMemahami sejarah, budaya, dan proses di balik makanan
FokusRasa dan kepuasan saat menikmati hidanganHubungan makanan dengan budaya, sejarah, bahan, dan cara pengolahannya
AktivitasBerburu makanan khas dan mengunjungi tempat makan populerMengunjungi tempat pembuatan makanan atau belajar filosofi hidangan
Hasil PengalamanRasa keyang dan puasPengetahuan dan cerita baru tentang makanan serta budayanya

Contoh Wisata Kuliner dan Gastronomi di Indonesia

Bayangkan Kawan sedangan liburan ke Sukabumi. Di hari pertama, Kawan hanya ingin mencicipi mochi khas Sukabumi. Itu termasuk wisata kuliner.

Di hari kedua, Kawan mulai penasaran dengan mochi Sukabumi dan berkunjung ke tempat pembuatannya langsung. Di sana, Kawan belajar cara membuatnya, mengetahui asal-usulnya, sampai tahu alasan kenapa Mochi Sukabumi sering disajikan dalam keranjang anyaman bambu (besek). Aktivitas ini masuk dalam wisata gastronomi.

baca juga

Mana yang Paling Cocok untuk Kawan?

Kalau jadwal liburan Kawan padat dan hanya ingin mencoba makanan lokal, wisata kuliner adalah pilihan yang pas. Namun, kalau Kawan punya waktu lebih dan ingin belajar atau mencoba membuat makanan sendiri, wisata gastronomi bisa jadi pengalaman yang lebih berkesan.

Jadi, di liburan berikutnya, Kawan ingin sekadar kenyang, atau ingin sampai paham cerita di balik hidangannya?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.