PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penyesuaian sejumlah nama layanan kereta api melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026 ini mencakup penyederhanaan identitas sejumlah kereta api jarak jauh, termasuk penggabungan beberapa layanan dengan nama berbeda menjadi satu identitas.
Perubahan tersebut membuat sejumlah nama kereta api yang sudah dikenal masyarakat akan mengalami penyesuaian. Beberapa di antaranya adalah Sembrani, Argo Anjasmoro, Argo Semeru, hingga Gaya Baru Malam Selatan.
Selain perubahan nama, Gapeka 2026 juga membawa penyesuaian jadwal keberangkatan, waktu tempuh, dan stasiun pemberhentian. Untuk mengetahui perubahan-perubahan yang ada, yuk, simak pembahasan selengkapnya, Kawan GNFI!
Alasan di Balik Penyederhanaan Identitas Merek Kereta Api
Penyederhanaan nama kereta api merupakan bagian dari upaya KAI membangun identitas layanan yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan. Melalui kebijakan ini, beberapa layanan yang melayani koridor perjalanan sama akan menggunakan satu nama komersial.
Langkah tersebut diharapkan memudahkan masyarakat ketika mencari jadwal maupun melakukan pemesanan tiket. Penumpang tidak perlu lagi mengingat terlalu banyak nama layanan untuk perjalanan pada koridor yang sama.
Sebelumnya, KAI juga menerapkan kebijakan serupa pada Oktober 2026. Tiga layanan, yakni KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu, dilebur menggunakan satu identitas baru, yaitu KA Muria.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penyederhanaan tersebut dilakukan agar identitas layanan lebih mudah diingat dan dikenali pelanggan.
Rangkuman Perubahan Nama: Dari Anggrek hingga Peleburan Koridor Muria
Berdasarkan daftar perubahan nama yang dihimpun Kereta Api Kita, terdapat 20 nama kereta api lama yang mengalami perubahan atau peleburan. Berikut daftarnya:
Nama KA Sebelumnya | Nama Baru |
Sembrani | Anggrek |
Argo Anjasmoro | Anggrek |
Argo Semeru | Bima |
Argo Wilis | Turangga |
Gumarang | Dharmawangsa |
Dharmawangsa Ekspres | Dharmawangsa |
Kertajaya | Dharmawangsa |
Gaya Baru Malam Selatan | Gaya Baru Selatan |
Jayakarta | Nakula
|
Matarmaja | Majapahit |
Blambangan Ekspres | Blambangan |
Malioboro Ekspres | Kertanegara |
Ijen Ekspres | Ijen |
Ambarawa Ekspres | Ambarawa |
Arjuno Ekspres | Arjuno |
Bogowonto | Progo |
Gajahwong | Progo |
Tawang Jaya | Menoreh |
Tawang Jaya Premium | Menoreh |
Jaka Tingkir | Mataram |
Selain daftar tersebut, penyatuan identitas juga terjadi pada koridor Semarang–Jakarta melalui KA Muria. Sebelumnya, KA Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu disatukan menggunakan nama KA Muria sejak 1 Oktober 2026.
Penggabungan tersebut menunjukkan upaya penyederhanaan nama layanan yang sebelumnya memiliki identitas berbeda.
Dampak Efisiensi Operasional dan Waktu Tempuh Penumpang
Selain perubahan nama, Gapeka 2026 juga membawa penyesuaian operasional perjalanan kereta api. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kecepatan pada lintas tertentu serta penambahan recovery time dan buffer time untuk mengantisipasi keterlambatan.
Di wilayah Daop 9 Jember, misalnya, peningkatan kecepatan dilakukan pada lintas Kalisat–Jember menjadi 90 km/jam. Sementara itu, lintas Tanggul–Jatiroto dan Pasuruan–Bangil ditingkatkan hingga 110 km/jam.
Penyesuaian tersebut diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh sekitar 1–5 menit pada lintas terkait. Adapun recovery time dan buffer time memberikan ruang antisipasi agar keterlambatan satu perjalanan tidak langsung memengaruhi jadwal kereta berikutnya.
Tips agar Penumpang Tidak Salah Pesan Tiket Pasca-Perubahan Nama
Bagi penumpang yang terbiasa menggunakan nama kereta api lama, perubahan ini perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan, khususnya untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026.
KAI telah membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan Desember 2026 mulai 1 November 2026 melalui aplikasi Access by KAI dan kanal penjualan resmi lainnya. Agar tidak salah memesan tiket, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Periksa nama kereta terbaru. Pastikan nama layanan yang dicari sudah menyesuaikan ketentuan Gapeka 2026.
- Cek nomor kereta api. Jangan hanya mengandalkan nama layanan karena satu identitas baru dapat menaungi beberapa perjalanan dengan nomor KA berbeda.
- Pastikan stasiun asal dan tujuan. Periksa kembali relasi perjalanan agar tidak keliru memilih stasiun keberangkatan maupun kedatangan.
- Perhatikan jadwal terbaru. Jam keberangkatan dan kedatangan dapat berbeda dari jadwal sebelumnya.
Seluruh informasi tersebut dapat diperiksa melalui aplikasi Access by KAI sebelum menyelesaikan transaksi. Dengan begitu, penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan tanpa terkendala perubahan identitas maupun jadwal layanan kereta api.


