kisah keris bulikan yang sakti mandraguna cerita rakyat dari kalimantan timur - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Keris Bulikan yang Sakti Mandraguna, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Kisah Keris Bulikan yang Sakti Mandraguna, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
images info

Kisah Keris Bulikan yang Sakti Mandraguna, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur | Magnific AI


Ada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Timur yang menceritakan tentang sebuah keris sakti bernama Keris Bulikan. Keris ini diyakini sebagai salah satu benda pusaka yang dimiliki oleh Raja Kutai dulunya.

Keris Bulikan dipercaya memiliki kemampuan yang sakti dan mandraguna. Tidak hanya itu, keris sakti ini juga bisa membantu seseorang di medan pertempuran.

Salah satu kesaktian Keris Bulikan terbukti ketika Raja Kutai meminjamkannya pada Gajah Mada. Berkat keris tersebut, Gajah Mada berhasil memenangkan pertempuran yang dia hadapi.

Bagaimana kisah dari Keris Bulikan yang dimiliki oleh Raja Kutai tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Kisah Keris Bulikan yang Sakti Mandraguna, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Dikutip GNFI dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, alkisah pada zaman dahulu Kerajaan Kutai memiliki hubungan baik dengan beberapa kerajaan lainnya yang ada di Nusantara. Hal ini membuat Raja Kutai memiliki jaringan dengan raja-raja lainnya yang ada di sekitar wilayah kerajaannya.

Salah satu hubungan baik yang dijalin oleh Raja Kutai adalah dengan Raja Bone. Suatu ketika, Raja Bone memberikan hadiah khusus untuk Raja Kutai.

Raja Bone memberikan sebuah keris pada Raja Kutai. Keris tersebut bernama Keris Bulikan.

Keris yang diberikan oleh Raja Bone ini tentu bukan sekadar keris biasa. Keris Bulikan ini terkenal dengan kesaktiannya yang mandraguna.

baca juga

Raja Kutai menerima hadiah dari Raja Bone dengan senang hati. Hadiah ini tentu makin mempererat hubungan antara Kerajaan Kutai dan Kerajaan Bone nantinya.

Pada suatu mas, Raja Kutai tertarik dengan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Jawa. Dia pun berkeinginan untuk mempelajari adat istiadat dari masyarakat yang mendiami pulau berbeda dengan kerajaannya tersebut.

Raja Kutai pun mengumpulkan para petinggi kerajaan di istana. Dirinya bermusyawarah untuk membahas keinginannya tersebut.

Para petinggi kerajaan pun setuju dan mendukung keinginan sang raja. Akhirnya Raja Kutai pun mengambil keputusan jika dia akan mengirimkan utusan untuk datang ke Jawa dan mempelajari kebudayaan di sana.

Dua orang pun dipilih sebagai utusan dari Kerajaan Kutai. Mereka kemudian dikirim untuk belajar ke Kerajaan Majapahit yang berkuasa di Jawa.

Kedua utusan Raja Kutai ini menjalankan tugas mereka dengan baik. Mereka pun mempelajari seluk beluk adat istiadat Jawa yang diterapkan oleh masyarakat di sana.

Di momen yang sama, ternyata terjadi perselisihan antara Patih Gajah Mada dengan Ciung Wanara dari tanah Sunda. Perselisihan ini berujung pada pertarungan antara kedua tokoh besar tersebut.

Pertempuran antara Gajah Mada dan Ciung Wanara berlangsung dengan sengit. Apalagi kedua sosok ini memang memiliki kesaktian yang mumpuni.

Namun pada pertempuran itu, Ciung Wanara ternyata lebih unggul dari Gajah Mada. Bahkan pertempuran tersebut hampir bisa dia menangkan.

Kabar pertempuran ini ternyata sampai ke telinga Raja Kutai. Dia pun berniat membantu Gajah Mada yang sudah menerima utusannya untuk belajar budaya Jawa di Kerajaan Majapahit.

Raja Kutai kemudian mengirimkan Keris Bulikan pada kedua utusannya. Sang raja berpesan jika keris sakti tersebut bisa diberikan pada Gajah Mada sebagai senjata untuk melawan Ciung Wanara.

Keris Bulikan pun dikirim langsung ke tanah Jawa. Kedua utusan Raja Kutai pun menyerahkan keris sakti itu pada Gajah Mada.

baca juga

Berkat Keris Bulikan, situasi pertempuran pun menjadi berbalik. Gajah Mada yang awalnya terpojok mulai mendominasi pertempuran.

Akhirnya Gajah Mada berhasil mengalahkan Ciung Wanara dalam pertempuran tersebut. Keris Bulikan pun menjadi sangat membantu Gajah Mada untuk melawan musuh kerajaannya.

Kabar kemenangan ini membuat Raja Kutai senang. Dirinya merasa bahagia sebab keris pusaka yang dihadiahkan oleh Raja Bone untuknya bisa membantu orang lain yang ada di sekitarnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.