Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia. Selain pendidikan dalam negeri, akses informasi studi ke luar negeri menjadi penting dalam memperluas wawasan pendidikan di Jogja.
Salah satu upaya membuka akses tersebut hadir melalui European Higher Education Fair (EHEF) 2026. Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia kembali menggelar pameran pendidikan tinggi Eropa di Yogyakarta pada Rabu (4/11). Kegiatan ini melibatkan 69 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara di Eropa.
Pameran berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara ini memberikan kesempatan pengunjung untuk mencari informasi mengenai program studi, peluang beasiswa, hingga berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas.
Memperluas Akses Pendidikan Tinggi Internasional di Jogja

European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Rabu (4/11) | Foto: GNFI/Pierre Rainer
EHEF menjadi salah satu ruang pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mengenal pendidikan tinggi di Eropa. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai universitas, tetapi juga dapat mencari tahu peluang berbagai program beasiswa. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro.
“UGM menyambut baik European Higher Education Fair (EHEF) sebagai wadah bagi para mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi di Eropa. Kami harap acara ini juga dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran akademik,” ujarnya.
Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus dalam Uni Eropa. Strategi tersebut dilakukan untuk membangun hubungan jangka panjang pada pengembangan sumber daya manusia, dan menjaring inovasi baru di Indonesia.
“Tim Eropa menawarkan lebih dari 1.000 beasiswa kepada pelajar Indonesia setiap tahunnya,” jelas Marco.
Memperkuat Ekosistem Pendidikan Yogyakarta

European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Rabu (4/11) | Foto: GNFI/Pierre Rainer
Penyelenggaraan EHEF di Yogyakarta juga mendapat dukungan pemerintah daerah. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, menilai kegiatan ini dapat mempertemukan komunitas pendidikan lokal dengan institusi internasional.
“Yogyakarta telah lama dikenal sebagai destinasi pendidikan utama di Indonesia. EHEF memberikan nilai tambah yang signifikan bagi ekosistem pendidikan di Yogyakarta dengan mempertemukan para pelajar lokal serta komunitas akademis dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dari Eropa,” ujarnya.
Diharapkan pelajar Indonesia memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh pilihan studi, beasiswa, serta peluang kerja sama akademik lintas negara, termasuk di Eropa.


