atlas inovasi mahasiswa um hadirkan laboratorium virtual untuk belajar listrik dan magnet - News | Good News From Indonesia 2026

ATLAS: Inovasi Mahasiswa UM Hadirkan Laboratorium Virtual untuk Belajar Listrik dan Magnet

ATLAS: Inovasi Mahasiswa UM Hadirkan Laboratorium Virtual untuk Belajar Listrik dan Magnet
images info

Firman perkenalkan ATLAS sebagai inovasi media pembelajaran digital pendukung praktikum fisika.


Ikuti GNFI di WhatsApp

Dalam praktikum fisika, mahasiswa sering berhadapan dengan alat yang harus disusun secara tepat. Rangkaian bisa saja berhasil dipasang, tetapi pertanyaan tentang mengapa lampu menyala atau tegangan berubah belum tentu mudah dijawab.

Ada pula keengganan mencoba susunan lain karena khawatir peralatan rusak. Persoalan inilah yang menjadi perhatian tim peneliti di Departemen Fisika, Universitas Negeri Malang.

Sebagaimana yang disebutkan Firman Qashdus Sabil (23), salah satu anggota tim peneliti, laboratorium virtual ini dikembangkan untuk mendukung pembelajaran. Dengan komputer, mahasiswa dapat memilih alat, menyambungkan kabel, menjalankan percobaan, lalu melihat hasilnya. Mereka bisa mencoba beberapa susunan tanpa harus lebih dulu menggunakan peralatan fisik. Laboratorium virtual ini disiapkan sebagai sarana latihan dan pendamping kegiatan praktikum di laboratorium sesungguhnya.

Saat ada kabel yang tersambung keliru atau alat ukur dipasang tidak semestinya, simulasi akan memberi peringatan dan petunjuk perbaikan. Kesalahan pun dapat dijadikan bahan belajar. Mahasiswa dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki sebelum mengulangi percobaan, tanpa khawatir merusak alat yang sebenarnya.

baca juga

Tampilan laboratorium virtual dan peringatan ketika rangkaian kurang tepat.
info gambar

Tampilan laboratorium virtual dan peringatan ketika rangkaian kurang tepat.


Ada hal lain yang membuat listrik dan magnet sulit dipelajari: banyak prosesnya tidak tampak oleh mata. Kita bisa melihat sebuah lampu menyala, tetapi tidak langsung melihat medan listrik atau medan magnet di sekitarnya. Dalam laboratorium virtual, proses tersebut digambarkan melalui tampilan visual. Misalnya, pengguna dapat mengamati perubahan medan listrik pada kapasitor atau arah medan magnet di sekitar kumparan.

Percobaan yang disiapkan mencakup kapasitor, transformator, generator listrik, generator Van de Graaff yang menghasilkan listrik statis, serta pengukuran medan magnet Bumi. Pengguna dapat mengubah susunan alat, mencatat hasil, dan melihat hubungan antara apa yang dilakukan dengan perubahan yang muncul di layar.

Visualisasi medan magnet di dalam praktikum penentuan magnet bumi
info gambar

Contoh visualisasi medan magnet di dalam praktikum penentuan magnet bumi.


Visualisasi medan listrik di dalam praktikum kapasitor pelat sejajar
info gambar

Contoh visualisasi medan listrik di dalam praktikum kapasitor pelat sejajar.


Atlas juga menyediakan bantuan belajar berbasis kecerdasan buatan atau AI. Setelah mengerjakan soal, mahasiswa dapat memperoleh penjelasan mengenai jawabannya dan bagian konsep yang masih perlu dipelajari. Ada pula asisten belajar untuk membahas pertanyaan berdasarkan bahan perkuliahan. Fasilitas ini berbeda dari peringatan pada simulasi: yang satu membantu meninjau pemahaman, sedangkan yang lain membantu memperbaiki cara menggunakan alat virtual.

Feedback AI di dalam Atlas
info gambar

Feedback AI di dalam Atlas.


Laboratorium virtual tersebut telah melewati penilaian ahli dan uji penggunaan awal. Penilaian terhadap materi mencapai 98,6 persen, sedangkan penilaian media memperoleh 95,8 persen. Ketika dicoba oleh enam mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti praktikum elektromagnetisme, penilaian kemudahan penggunaannya mencapai 96,4 persen. Berdasarkan ukuran yang digunakan dalam penelitian, hasil tersebut menunjukkan bahwa produk dinilai sangat layak dan mudah digunakan.

baca juga

Para peserta menilai gambar-gambar penjelas dan peringatan kesalahan membantu mereka mengikuti jalannya percobaan. Mereka juga menyarankan agar petunjuk penggunaan dibuat lebih bertahap dan hubungan antara gambar dengan rumus fisika dijelaskan dengan lebih terang. Masukan ini menjadi bahan perbaikan pada tahap pengembangan berikutnya.

Meski hasil uji awal cukup baik, penelitian ini belum mengukur seberapa besar peningkatan pemahaman mahasiswa setelah menggunakan laboratorium virtual. Pengujian yang melibatkan lebih banyak peserta masih diperlukan. Tim juga berencana mengembangkan simulasi yang memperlihatkan hasil pengukuran tidak selalu berjalan sempurna, sebagaimana dapat terjadi dalam percobaan nyata.

Untuk saat ini, penggunaan Atlas masih difokuskan pada kegiatan penelitian melalui kerja sama dengan pengajar dan peneliti. Atlas belum dibuka untuk penggunaan umum. Pihak yang tertarik menjajaki kolaborasi dapat memperoleh informasi dan menghubungi tim pengembang melalui atlaslearn.web.id. Penelitian ini mendapat dukungan Program Pendanaan Penelitian Non-PNBP Universitas Negeri Malang Tahun Anggaran 2026.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.