Fatika Hayu Ariyani wisuda membawa prestasi yang mentereng. Ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Tidar (Untidar). Padahal, Fatika merupakan mahasiwa Program Studi Pendidikan Matematika, salah satu prodi yang dikenal sulit untuk ditaklukkan.
Salah satu pencapaian yang mengantarkan Fatika dapat predikat itu adalah inovasi yang dikembangkan. Saat tugas akhir, Fatika belajar membuat aplikasi pembelajaran.
Padahal, sebagai mahasiswa Pendidikan Matematika, ia tidak punya bekal ataupun pengetahuan tentang pemrograman secara mendalam.
Perempuan itu belajar secara otodidak melalui YouTube. Pembelajaran itu menghasilkan Serlida, aplikasi pembelajaran matematika yang ia kembangkan menggunakan Kodular.
βAwalnya saya mencari platform yang bisa digunakan oleh orang awam yang tidak mempelajari kode program secara utuh, tetapi tetap bisa menghasilkan aplikasi pembelajaran. Dari situ saya menemukan Kodular, lalu belajar dan mencoba mengeksplorasinya sendiri sampai akhirnya bisa menghasilkan media pembelajaran,β ungkap Fatika, dikutip dari Untidar (17/10/2026).
Aplikasi tersebut kemudian diimplementasikan pada siswa kelas VIII G MTsN 2 Kota Magelang. Serlida juga diuji dari sisi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya sebagai media pembelajaran.
Dari YouTube Sampai Jadi Aplikasi Pembelajaran
Sebenarnya, Fatika memang sudah punya ketertarikan pada inovasi pembelajaran. Ketertarikannya terhadap media pembelajaran bermula dari mata kuliah yang ia temui selama menempuh Pendidikan Matematika.
Dari sanalah, muncul keinginan untuk membuat aplikasi sendiri.
Masalahnya, Fatika tidak mempelajari pemrograman secara mendalam di kelas. Ia pun berinisiatif mencari platform yang memungkinkan pembuatan aplikasi tanpa harus memahami seluruh bahasa pemrograman.
Pencarian itu mempertemukannya dengan Kodular.
Kodular merupakan platform pengembangan aplikasi Android berbasis visual. Pengguna dapat menyusun fungsi aplikasi melalui komponen dan blok, sehingga prosesnya lebih mudah dipelajari oleh orang yang belum memiliki kemampuan pemrograman tingkat lanjut.
Fatika kemudian mempelajarinya secara mandiri melalui video-video di YouTube.
Dari proses coba-coba dan eksplorasi tersebut, lahirlah Serlida. Nama aplikasi itu diambil dari materi matematika fase D, yakni sistem persamaan linear dua variabel.
Serlida tidak hanya dibuat sebagai tugas akademik. Aplikasi tersebut kemudian disebarkan dan dicoba pada siswa kelas VIII G MTsN 2 Kota Magelang.
Pengembangannya juga melalui pengujian untuk mengetahui kelayakan media dari sisi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.
Pengalaman tersebut memberi Fatika kesempatan untuk melihat bagaimana materi yang dipelajarinya di kampus dapat diterjemahkan menjadi media yang digunakan siswa.
Jadi Wisudawan Terbaik, Melanjutkan Catatan Pendidikan Matematika
Prestasi tersebut akhirnya membawa Fatika menjadi wisudawan terbaik bidang akademik pada Wisuda Untidar Periode ke-76.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Matematika dalam waktu 3 tahun 10 bulan 12 hari.
Wisuda itu berlangsung di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Sabtu (17/10/2026).
Fatika menjadi satu dari 433 lulusan yang diwisuda Untidar pada periode tersebut.
Yang menarik, Fatika turut membawa catatan tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Matematika.
Fatika merupakan wisudawan terbaik ketiga secara berturut-turut dari program studi tersebut.
Pada Wisuda Untidar Periode ke-74 dan ke-75, gelar wisudawan terbaik juga diraih oleh lulusan Pendidikan Matematika.
Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Pd menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari prestasi akademik sekaligus peningkatan masa studi mahasiswa.
βPeningkatan masa studi yang semakin singkat serta prestasi akademik yang membanggakan, khususnya dari Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP yang sukses mencatatkan diri sebagai peraih wisudawan terbaik tiga kali berturut-turut,β ujar Sugiyarto dalam sambutannya, dikutip dari Untidar (17/10/2026).
Β


