fildza sempat menangis dan mempertanyakan alasan kuliah s3 kini lulus doktor ugm dengan ipk 4 00 - News | Good News From Indonesia 2026

Fildza Sempat Menangis dan Mempertanyakan Alasan Kuliah S3, Kini Lulus Doktor UGM dengan IPK 4,00

Fildza Sempat Menangis dan Mempertanyakan Alasan Kuliah S3, Kini Lulus Doktor UGM dengan IPK 4,00
images info

Fildza lulus doktor UGM dengan IPK 4,00. (UGM)


Ikuti GNFI di WhatsApp

โ€œPernah suatu ketika saya menangis di jalan dan bertanya kepada diri sendiri, โ€˜Ngapain sih aku S3?โ€™ Ketika melihat masih banyak orang kelaparan, banyak orang susah, bahkan untuk membeli kebutuhan pokok saja kesulitan. Lalu, saya berpikir, apa yang sebenarnya saya lakukan dengan menempuh S3 ini?โ€ cerita Fildza Huwaina Fathnin.

Fildza mengaku pernah dihantui oleh pertanyaan itu saat tengah menjalani perkuliahannya. Ya, ia makin dekat untuk mendapatkan gelar doktor, malah ia mempertanyakan ulang tujuan pendidikan yang sedang ditempuhnya.

Apalagi, ia merasa banyak orang di luar sana yang kesulitan bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pada akhirnya, setelah berdiskusi dengan sang suami, cara pandang Fildza berubah.

baca juga

Ia paham bahwa setiap orang memiliki porsi amanah dan peran masing-masing. Pendidikan yang ditempuhnya pun bukan alasan untuk menjauh dari persoalan masyarakat. Sebaliknya, malah ilmu yang diperoleh seharusnya bisa menjadi bekal untuk memberikan manfaat sesuai bidang keahliannya.

Pemahaman itulah yang membuat Fildza yakin untuk terus melanjutkan studi. Hingga akhirnya, Fildza berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Farmasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4,00.

Ia diwisuda pada 28โ€“29 Oktober 2026 dengan predikat cum laude. Capaian tersebut menempatkannya sebagai satu dari 54 lulusan program doktor UGM yang meraih IPK 4,00. Sementara itu, rata-rata IPK dari 270 lulusan doktor pada periode wisuda tersebut tercatat 3,86.

Fildza Memulai S3 Ketika Anak Baru Berusia Dua Bulan

Fildza tahu betul bahwa perjalanannya menempuh pendidikan pascasarjana tidak akan mudah, bahkan bisa dibilang penuh tantangan.

baca juga

Sebab ketika memulai perkuliahan di UGM, anaknya baru berusia dua bulan. Ia juga masih menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang.

Maka dari itu, ia harus lihai membagi waktu antara mengajar, mengikuti perkuliahan di Yogyakarta, dan mengurus keluarga. Belum lagi, ia harus bolak-balik Semarangโ€“Yogyakarta selama menempuh pendidikan doktor.

Untungnya, jadwal perkuliahan di UGM disusun jauh-jauh hari sehingga tidak ada pertemuan dadakan.

โ€œRata-rata tidak ada jadwal yang dadakan. Jadi, saya sudah bisa merencanakan kapan harus ke Yogyakarta. Itu sangat membantu bagi kami yang sudah berumah tangga dan memiliki anak,โ€ tuturnya kepada UGM, Senin (2/11/2026).

baca juga

Bangun Pukul 02.00 Demi Menyelesaikan Disertasi

Nah, bagaimana cara Fildza membagi waktu?

Ketimbang menumpuk tugas-tugasnya, Fildza punya strategi khusus untuk menuntaskan tugasnya. Ia membagi pekerjaan menjadi target jangka panjang dan jangka pendek. Dengan begitu, proses penyelesaian studi bisa dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Fildza, seorang dosen sekaligus ibu mampu tamatkan S3 dengan IPK sempurna.
info gambar

Fildza, seorang dosen sekaligus ibu mampu tamatkan S3 dengan IPK sempurna. (UGM)


Fildza juga membiasakan diri membuka dan mengerjakan disertasi setidaknya tiga hingga empat hari dalam seminggu.

Nah, salah satu kebiasaannya adalah bangun pukul 02.00 dini hari. Setelah beribadah, ia melanjutkan pekerjaan akademik hingga menjelang subuh.

baca juga

Waktu tersebut dimanfaatkan untuk menulis disertasi maupun menyelesaikan revisi manuskrip publikasi ilmiah.

โ€œSetiap minggu saya selalu berusaha membuka tugas akhir. Biasanya saya bangun pukul 02.00, kemudian salat terlebih dahulu dan melanjutkan menulis sampai waktu subuh. Setidaknya ada satu sampai satu setengah jam setiap hari untuk mengembangkan pekerjaan akademik,โ€ jelasnya.

Manuskrip penelitian Ditolak Sampai Tujuh Kali

IPK Fildza memang sempurna, tapi bukan berarti proses meraihnya berjalan dengan lancar. Satu manuskrip penelitian Fildza bahkan pernah ditolak hingga tujuh kali.

Kawan, manuskrip sendiri merupakan naskah karya ilmiah yang disiapkan untuk diterbitkan dalam jurnal. Sebelum dinyatakan layak terbit, naskah biasanya melewati proses penilaian oleh editor dan penelaah ahli atau peer reviewer.

baca juga

Nah, penolakan itu membuat FIldza harus kembali memperbaiki naskah dan mencari jurnal yang sesuai dengan topik serta kualitas penelitiannya.

Meski demikian, Fildza tidak kapok. Malahan, selama menempuh pendidikan doktor, Fildza berhasil menghasilkan empat manuskrip, termasuk tiga manuskrip yang berkaitan dengan penelitian sebelumnya.

โ€œSelama kita ada kemauan dan berusaha memberikan yang terbaik, pasti ada jalan. Saya percaya bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai kemudahan,โ€ tuturnya.

Gelar Doktor Sebagai Bekal untuk Masyarakat

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan doktor, Fildza memiliki tanggung jawab baru. Ia berharap ilmu yang diperolehnya selama menempuh studi dapat memberikan manfaat lebih luas, terutama melalui pekerjaannya sebagai dosen.

baca juga

Fildza menekuni bidang farmasi komunitas atau social and behavioral administration. Bidang ini berkaitan dengan aspek sosial dan perilaku dalam pelayanan kesehatan serta penggunaan obat oleh masyarakat.

Ke depan, ia ingin meningkatkan kontribusinya melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

โ€œSetelah selesai S3, pasti ada amanah berikutnya yang relevan dengan keilmuan saya. Sebagai dosen, saya harus mengajar lebih baik, melakukan penelitian yang berdampak, dan melaksanakan pengabdian dengan cakupan yang lebih luas kepada masyarakat,โ€ ujarnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.