Penurunan kualitas tanah dan perubahan iklim dapat menghambat produktivitas pertanian. Tanah yang kehilangan unsur hara membuat tanaman lebih sulit tumbuh, sementara perubahan kondisi lingkungan meningkatkan risiko cekaman pada tanaman.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk menjawab persoalan tersebut adalah pemanfaatan mikroorganisme. Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Bedah Rupaedah, mengembangkan Bioagen Fotosintesis atau Bio AF, yakni formula berisi mikroorganisme aktif dan metabolitnya.
Formula tersebut dirancang untuk membantu menyediakan unsur hara, mendukung proses fotosintesis, dan meningkatkan produktivitas tanaman.
ย
Bantu Sediakan Unsur Hara
Bedah menjelaskan bahwa Bio AF terdiri atas kumpulan mikroorganisme dan metabolit yang memiliki berbagai fungsi bagi tanah serta tanaman.
โFormula Bio AF adalah kumpulan dari mikroorganisme dan juga metabolitnya yang memiliki berbagai aktivitas, di antaranya mampu membantu ketersediaan hara seperti P dengan cara melarutkan fosfat di dalam tanah ,โ ungkap Bedah dikutip dari BRIN.
Mikroorganisme dalam formula tersebut membantu melarutkan fosfat di dalam tanah sehingga lebih mudah dimanfaatkan tanaman. Formula itu juga mendukung penambahan nitrogen dari udara dan menghasilkan fitohormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Menurut Bedah, Bio AF dapat membantu tanaman menangkap cahaya, mengoptimalkan fiksasi karbon, serta menghadapi cekaman abiotik dan biotik.
Formula tersebut juga membantu memindahkan nutrisi dari daun ke bagian tanaman yang menjadi tempat pengisian bulir padi, umbi, dan buah.
Bedah mengatakan, hasil uji coba Bio AF pada tanaman sorgum menunjukkan peningkatan hasil panen hingga dua kali lipat.
Sementara itu, penerapan pada padi menunjukkan hasil kualitatif yang baik, meskipun peningkatan secara kuantitatif masih belum optimal.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan mikroorganisme tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah hasil panen, tetapi juga mendukung kualitas produk pertanian.
ย
Kesuburan Tanah Tidak Hanya soal Kimia
Bedah menekankan bahwa kesuburan tanah tidak hanya ditentukan oleh kandungan kimianya. Kesuburan juga berkaitan dengan kondisi fisik tanah serta keseimbangan biologis di dalamnya.
Tanah yang subur secara fisik perlu memiliki struktur yang gembur. Sementara itu, kesuburan biologis berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas mikroorganisme yang mendukung ketersediaan hara.
โKarena di ekologi tanah yang terkait dengan pertanian itu, fungsi dari mikroba ini sangat penting bagi keseimbangan dan juga bagi keberlanjutan ketersediaan hara serta mengatasi masalah-masalah pertumbuhan tanaman,โ lanjut Bedah.
Pendekatan berbasis mikroba dapat membantu mengoptimalkan fungsi tanah secara lebih menyeluruh. Mikroorganisme berperan dalam siklus unsur hara dan interaksi dengan akar tanaman.
Bio AF dikembangkan dari mikroba alami dan dirancang untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian. Menurut Bedah, hasil uji coba menunjukkan dampak terhadap kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Pengembangan lebih lanjut dapat diarahkan pada penyesuaian formula untuk berbagai jenis tanaman dan kondisi lahan. Pengujian pada skala yang lebih luas juga diperlukan untuk mengetahui konsistensi hasil serta kebutuhan aplikasinya.
Bio AF berpotensi menjadi salah satu produk pendukung pertanian berbasis mikroorganisme, terutama bagi petani yang menghadapi persoalan penurunan kesuburan lahan dan perubahan kondisi lingkungan.


