Banyak kisah tentang atlet yang masih berusia belia dan berhasil menorehkan berbagai macam prestasi di Indonesia. Walau masih berusia muda, banyak atlet yang sudah ikut bersaing dengan para kompetitornya di berbagai ajang kompetisi.
Salah satu kisah dari atlet muda yang sudah menunjukkan tajinya ini adalah Liliek Soedarwati. Pada 1969 silam, Liliek yang masih menjadi pelajar SMP sudah turun langsung di ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON untuk mewakili daerah asalnya, Jawa Timur.
Kerja keras Liliek berhasil terbayarkan dengan ikut sertanya dirinya dalam ajang nasional tersebut. Tidak hanya sekadar menjadi peserta saja, Liliek bahkan berhasil menyabet medali emas pada ajang tingkat nasional tersebut.
Bagaimana cerita Liliek Soedarwati yang berhasil menjadi wakil Jawa Timur di cabang olahraga balap sepeda dalam helatan PON VII 1969? Berikut ulasan terkait salah satu atlet balap sepeda wanita di Indonesia tersebut.
Turunkan Bakat dari Sang Ayah
Dikutip GNFI dari artikel "Lilik Widowati" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 29 September 1971, pada periode 1960-an akhir, olahraga balap sepeda masih belum banyak memiliki atlet wanita, khususnya di daerah Jawa Timur. Pada periode tersebut, diketahui hanya ada dua atlet balap sepeda wanita yang aktif mewakili daerah tersebut dulunya.
Salah satu dari dua atlet balap sepeda wanita tersebut bernama Liliek Soedarwati. Uniknya, dirinya sudah mewakili daerahnya di ajang kompetisi nasional walau masih berusia belia saat itu.
Bakat Liliek dalam dunia balap sepeda sebenarnya sudah kental dari keluarganya sendiri. Sebab sang ayah dulunya juga menekuni karier sebagai atlet balap sepeda.
Selain itu, sang ayah juga aktif di olahraga lainnya, yaitu gulat. Hal ini membuat nuansa olahraga sudah kental dalam keluarga Liliek sejak lama.
Wakili Jawa Timur di Ajang PON VII 1969
Dari dua olahraga yang ditekuni oleh ayahnya dulu, balap sepeda akhirnya turun secara langsung pada diri Liliek. Dirinya pun sudah mulai menekuni olahraga balap sepeda tersebut sejak belia.
Tidak butuh waktu lama bagi Liliek untuk unjuk gigi dan menampilkan kebolehannya. Ketika dirinya baru saja menginjak bangku SMP, Liliek sudah menjadi wakil dari Provinsi Jawa Timur untuk turun di ajang Pekan Olahraga Nasional VII pada 1969.
Helatan ini juga menjadi kali pertama bagi Liliek untuk ikut dalam kompetisi skala nasional. Langkah Liliek untuk tembus ajang PON tersebut juga dimulai dari tahap seleksi yang digelar pada 1969.
Dalam seleksi tersebut, Liliek berhasil keluar sebagai juara pertama. Alhasil dirinya pun terpilih untuk mewakili tim Jawa Timur dan turun di dua nomor berbeda pada cabang olahraga tersebut, yakni Open Road Race dan Individual Time Trial.
Hebatnya lagi, Liliek justru berhasil menyabet medali emas pada kompetisi tingkat nasional pertamanya tersebut. Dirinya berhasil mendapatkan medali emas usai keluar sebagai juara pertama pada nomor Individual Time Trial pada waktu itu.
Medali emas ini juga menjadi salah satu sejarah penting dalam perkembangan olahraga balap sepeda di Indonesia. Dilihat GNFI dari akun Instagram @bored.ninja, prestasi yang dia dapatkan ini membuat Liliek menjadi salah satu perintis atlet balap sepeda wanita di Indonesia.
Pada periode tersebut, belum banyak atlet wanita yang terjun langsung untuk menekuni cabang olahraga itu. Berkat prestasinya ini, Liliek membuka jalan untuk para atlet wanita terbaik Indonesia yang bermunculan pada dekade berikutnya.


