Indonesia menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi oleh masyarakat mancanegara untuk belajar di masa silam. Tidak hanya pendidikan formal, lawatan guna mengunjungi beberapa destinasi yang ada di dalam negeri juga sudah terjadi sejak lama.
Salah satunya pernah dialami oleh Kalthum Khadir pada 1973 silam. Wanita asal Singapura ini pernah melakukan lawatan ke Indonesia pada waktu itu.
Dalam kunjungan tersebut, Kalthum Khadir mendatangi beberapa kota yang ada di Indonesia, seperti Jakarta dan Malang. Walau tidak berkeliling ke banyak tempat, kunjungannya ke Indonesia pada waktu itu tetap membekas dalam diri Kalthum Kadir.
Bagaimana momen saat Kalthum Kadir melakukan kunjungan ke Indonesia pada 1973 silam? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Kunjungan 16 Hari ke Indonesia
Dikutip dari artikel "Kalthum Sukar Melupakan Pengalaman 16 Hari Lawat Indonesia" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 15 Januari 1974, kunjungan Kalthum Kadir ke Indonesia terjadi pada Desember 1973. Pada waktu itu, Kalthum berangkat beserta rombongan untuk melakukan lawatan ke Indonesia.
Kalthum sendiri merupakan salah satu dari pengurus Pergerakan Pelajar Persatuan Persuratan Pemuda Melayu Singapura atau 4PM pada waktu itu. Lawatan yang dia lakukan ini juga tidak jauh dari kepentingan organisasi tempat dirinya bernaung.
Total Kalthum beserta rombongan berada di Indonesia selama 16 hari lamanya. Pada kesempatan tersebut, dirinya berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa daerah yang ada di Indonesia, mulai dari Jakarta, Malang, hingga Surabaya.
Kagum dengan Gelanggang Remaja Bulungan
Lawatan yang dilakukan oleh Kalthum ke Indonesia pada 1974 lebih dari sekadar jalan-jalan biasa. Kunjungan ini bertujuan untuk belajar banyak hal di Indonesia, khususnya terkait dengan aspek kepemudaan.
Di Jakarta, Kalthum menaruh perhatian khusus pada Gelanggang Remaja Bulungan. Dirinya merasa kagum atas keberadaan Gelanggang Remaja Bulungan tersebut.
Ketika berada di sana, Kalthum melihat banyak sekali aktivitas yang terselenggara di sana. Rata-rata kegiatan ini pun dilakukan oleh kalangan remaja.
Banyak anak-anak yang baru selesai sekolah berkumpul dan berkegiatan di sana. Aktivitas yang dijalani pun juga beragam, mulai dari kesenian dan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Kalthum tidak sempat untuk menemui organisasi yang bergerak di bidang yang sama dengan dirinya. Namun di sempat berkomunikasi dengan beberapa gadis yang terlihat aktif berkegiatan di area Gelanggang Remaja Bulungan pada waktu itu.
Dari interaksi tersebut, Kalthum mendapatkan kesimpulan jika pergerakan wanita di Jakarta waktu itu tidak jauh berbeda dengan apa yang dia jalani. "Hasil dari perbualan kami, saya dapati pergerakan wanita di sana dan di sini tidak banyak bezanya," jelas Kalthum seperti yang dikutip dari surat kabar Berita Harian.
Dari Pelatihan Pertanian hingga Pertemuan dengan Mahasiswa
Selepas dari Jakarta, lawatan Kalthum beserta rombongan bergerak menuju sisi timur Pulau Jawa. Rombongan ini kemudian sempat melakukan aktivitas di Malang, Jawa Timur.
Di sana Kalthum sempat tertarik dengan kegiatan pramuka yang sedang dilakukan oleh beberapa pelajar. Dirinya memperhatikan bagaimana para pelajar tersebut beraktivitas bersama dalam kegiatan itu.
Selain itu, Kalthum juga sempat mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan kursus pertanian. Dalam kursus singkat tersebut, dirinya mendapatkan pelatihan seputar cara mengendalikan pertanian agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Selepas lawatan di Malang, Kalthum juga melakukan pertemuan dengan beberapa wakil mahasiswa di Surabaya. Walaupun tidak lama, kunjungannya ke Indonesia selama 16 hari tetap memberikan pengalaman berharga bagi Kalthum Kadir pada waktu itu.


