Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti uji coba produk inovasi pembelajaran โAI-Based Arabic Speaking Trainerโ yang terintegrasi Computer-Assisted Language Learning (CALL). Kegiatan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, di salah satu ruang kelas Departemen Sastra Arab UM.
Produk ini dikembangkan melalui skema Penelitian Dana Internal UM Tahun 2026 (Inovasi Pembelajaran) dengan judul "Pengembangan AI-Based Arabic Speaking Trainer Terintegrasi Computer-Assisted Language Learning (CALL) untuk Mata Kuliah Kalam Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang."ย Penelitian dipimpin oleh Dr. Kholisin, M.Hum. sebagai ketua, bersama anggota Dr. Moch. Wahib Dariyadi, M.Pd., dan Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. Tim juga melibatkan dua mahasiswa serta mitra dari Departemen Sastra Arab UM.
Mengapa Inovasi Ini Dibutuhkan?
Pembelajaran mata kuliah Kalam selama ini masih menghadapi tantangan klasik yang cukup menghambat kemajuan mahasiswa. Keterbatasan kesempatan praktik berbicara intensif dengan penutur asli (native speaker), dominasi metode yang berpusat pada dosen (teacher-centered), serta minimnya umpan balik real-time yang bersifat personal dan adaptif menjadi kendala utama. Data awal penelitian menunjukkan lebih dari 60 persen mahasiswa PBA masih kesulitan mengaplikasikan kemampuan berbicara dalam konteks akademik maupun profesional.
Banyak mahasiswa mengaku jarang mendapat kesempatan dialog yang cukup panjang di kelas. Waktu pertemuan terbatas, jumlah peserta cukup banyak, dan fokus pembelajaran sering kali lebih banyak pada teori tata bahasa atau kosa kata.
ย Akibatnya, rasa percaya diri berbicara bahasa Arab di luar kelas tetap rendah. Beberapa mahasiswa bahkan merasa canggung ketika harus berinteraksi dengan penutur asli atau menghadapi situasi nyata seperti presentasi ilmiah, wawancara, atau diskusi akademik.
AI-Based Arabic Speaking Trainer hadir sebagai solusi praktis. Platform ini mengintegrasikan Automatic Speech Recognition (ASR), Natural Language Processing (NLP), dan Conversational AI. Mahasiswa dapat berlatih dialog akademik kapan saja dan dimana saja.
Sistem memberikan umpan balik langsung terkait pengucapan (pronunciation), tata bahasa, prosodi (intonasi dan ritme), serta kesesuaian isi percakapan. Skenario dialog juga menyesuaikan level kemampuan masing-masing pengguna, sehingga latihan terasa personal dan bertahap. Platform dapat diakses melalui tautan https://natakalam.lughaty.my.id/.
Suasana Uji Coba yang Hidup

Pada hari uji coba, suasana kelas terasa berbeda. Mahasiswa aktif menggunakan gawai dan laptop. Tampilan aplikasi diproyeksikan di layar besar, menampilkan antarmuka berbahasa Arab yang memandu langkah-langkah latihan berbicara.
Sebagian mahasiswa fokus merekam dan mempraktikkan dialog, sementara yang lain memperhatikan feedback instan yang muncul di layar. Suasana kelas menjadi hidup, jauh dari kesan monolog dosen yang sering dijumpai dalam perkuliahan tradisional.
Di akhir sesi, mahasiswa berfoto bersama sambil menunjukkan layar ponsel yang menampilkan aplikasi. Ekspresi mereka memperlihatkan rasa penasaran dan semangat tinggi terhadap media pembelajaran baru yang interaktif dan personal.
Perspektif Mahasiswa yang Sudah Mencoba
Beberapa mahasiswa yang sudah mencoba platform ini membagikan pengalaman mereka. Raifan, mahasiswa semester 3 PBA UM, mengaku tertarik sejak pertama kali membuka situs. โAwalnya saya agak ragu, takut AI-nya tidak paham aksen saya yang masih kaku. Ternyata sistemnya cukup responsif. Saya coba dialog tentang topik akademik, dan langsung dapat koreksi pengucapan serta saran perbaikan kalimat. Rasanya seperti punya teman latihan yang sabar dan selalu siap,โ tuturnya.
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Ojay, mahasiswa semester 3. โSaya sering kesulitan mengatur intonasi dan ritme saat berbicara. Di platform ini, saya bisa mengulang dialog berkali-kali tanpa merasa malu. Yang paling membantu adalah skenario yang menyesuaikan level. Kalau saya masih lemah di bagian tertentu, sistem memberikan latihan yang lebih sederhana dulu,โ jelasnya.
Mahasiswa lain, Yusuf, menyoroti aspek aksesibilitas. โSaya bisa latihan malam hari di kosan setelah selesai mengerjakan tugas. Tidak perlu menunggu jadwal kelas atau mencari partner yang punya waktu sama. Umpan balik langsung membuat saya lebih sadar kesalahan yang selama ini tidak saya sadari. Setelah beberapa kali mencoba, rasa percaya diri saya mulai meningkat,โ katanya.
Beberapa mahasiswa juga menyampaikan saran untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penambahan lebih banyak topik profesional dan peningkatan akurasi pengenalan aksen regional. Namun secara keseluruhan, mereka menilai platform ini sebagai langkah maju yang signifikan dalam pembelajaran bahasa Arab.
Harapan ke Depan
Dengan hadirnya AI Speaking Trainer, diharapkan mahasiswa PBA UM tidak hanya lebih percaya diri berbicara bahasa Arab, tetapi juga memiliki akses latihan yang berkelanjutan, personal, dan berbasis data. Inovasi ini menjadi langkah nyata digitalisasi media pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi. Tim peneliti berencana melakukan evaluasi lebih mendalam berdasarkan umpan balik mahasiswa, kemudian menyempurnakan sistem agar semakin akurat dan kaya fitur.
Ke depan, platform ini berpotensi diperluas penggunaannya tidak hanya untuk mahasiswa PBA UM, tetapi juga bagi pemelajar bahasa Arab di institusi lain yang menghadapi tantangan serupa. Integrasi teknologi AI dengan pendekatan CALL membuka peluang baru agar pembelajaran berbicara bahasa Arab menjadi lebih fleksibel, menyenangkan, dan efektif.
Uji coba yang digelar di Departemen Sastra Arab UM ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis teknologi dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa mereka siap menyambut perubahan cara belajar yang lebih modern dan berpusat pada praktik. Semoga langkah ini terus mendorong lahirnya media pembelajaran bahasa Arab yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.


