Tambak silvofishery di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi lokasi pengkajian kondisi lingkungan yang dilakukan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University. Kegiatan Kampus Berdampak ini berlangsung pada AgustusโDesember 2026.
Pengkajian tersebut mengangkat tema โKondisi Lingkungan Tambak Silvofishery Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia, Plankton, dan Makrozoobentos di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Bekasiโ. Kegiatan ini didukung Fincapes, University of Waterloo, dan I-CAN, dengan Muge Crab sebagai mitra lapangan.
Menerapkan Ilmu Perairan Langsung di Lapangan
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik pengelolaan sumber daya perairan. Sulistiono, dosen MSP yang terlibat dalam kegiatan, menjelaskan bahwa pengkajian tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan materi yang telah diperoleh selama perkuliahan, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya perairan.
Mahasiswa terlibat dalam pengukuran, pengambilan sampel, pengamatan organisme, hingga analisis data. Tahapan ini memberi pengalaman memperoleh informasi ekologis secara langsung dan sistematis.
Parameter Fisika dan Kimia Jadi Bagian Pengamatan
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengukur sejumlah parameter fisika dan kimia perairan. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO), kecerahan, kekeruhan, serta kedalaman perairan.
Pengukuran tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan tambak melalui sejumlah indikator yang saling melengkapi.
Selain pengukuran kualitas air, mahasiswa mengambil sampel plankton dan makrozoobentos. Kedua kelompok organisme tersebut kemudian diidentifikasi untuk mengetahui komposisi dan kelimpahannya. Data hasil pengukuran dan identifikasi selanjutnya dianalisis sebagai dasar untuk menggambarkan kondisi ekologis kawasan tambak silvofishery di Desa Pantai Mekar.
Pengumpulan data dari beberapa kelompok parameter juga membantu mahasiswa melihat bahwa kondisi suatu perairan perlu dipahami melalui lebih dari satu sisi. Karena itu, pencatatan hasil pengamatan menjadi bagian penting agar informasi yang diperoleh dapat ditelusuri dan dibandingkan dalam proses analisis.
Pengalaman Mahasiswa dan Manfaat bagi Mitra
Tini dan Rahma, mahasiswa MSP yang terlibat, menyampaikan bahwa pengalaman lapangan membantu mereka memahami pengukuran kualitas air dan identifikasi biota.
Dari sisi mitra, Muhammad Yanih menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah informasi mengenai kondisi mangrove dan kepiting di kawasan setempat. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan itu diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya harapan agar kegiatan akademik dapat memberikan manfaat yang dirasakan oleh mitra di lapangan.
Data yang dihimpun diharapkan menjadi informasi awal mengenai kondisi ekologis tambak silvofishery di Desa Pantai Mekar berdasarkan parameter fisika, kimia, plankton, dan makrozoobentos. Kesimpulan kondisi lingkungan tetap mengacu pada hasil pengukuran dan analisis.
Kampus Berdampak untuk Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan
Kegiatan Kampus Berdampak ini memperlihatkan peran pembelajaran di luar kelas dalam membangun keterampilan mahasiswa. Pengambilan dan analisis data melatih kemampuan mahasiswa mengidentifikasi persoalan ekologis di kawasan pesisir.
Kolaborasi mahasiswa, dosen, dan mitra membuka ruang pertukaran pengetahuan. Mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan ilmu, sedangkan mitra mendapatkan tambahan informasi. Interaksi di lapangan juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami konteks lokasi pengkajian serta kebutuhan pihak yang berkegiatan di kawasan tersebut. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi turut mengenalkan pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam pengelolaan sumber daya perairan.
Melalui pengkajian tambak silvofishery di Muaragembong, IPB University diharapkan dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir dan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa MSP, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar dari kondisi lapangan dan memahami bahwa pengelolaan perairan membutuhkan data, pengamatan, serta keterlibatan berbagai pihak.


