Upaya mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam audiensi Tim 9 Ekspedisi PATRIOT Universitas Indonesia (UI) bersama Bupati Teluk Wondama pada Jumat (30/10/2026).
Ekspedisi PATRIOT merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata. Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi tersebut salah satunya diterjemahkan melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.
Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), Tim Ekspedisi PATRIOT UI terdiri atas Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag. Tim berfokus pada pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.

Tim Patriot UI sedang berbincang dengan Bupati Teluk Wondama | Dokumentasi Pribadi
Dalam pertemuan dengan Bupati Teluk Wondama, Bapak Elysa Auri, S.E., M.M, Tim 9 Patriot UI memperkenalkan program Sekolah Budaya Papua: Yaba Aniau Buai yang tengah dikembangkan bersama masyarakat Kampung Werianggi. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran budaya sekaligus sarana pengembangan pariwisata berbasis edukasi yang melibatkan masyarakat sebagai pemilik dan pewaris pengetahuan budaya setempat.
Tim menjelaskan bahwa Sekolah Budaya Yaba Aniau Buai saat ini telah memasuki tahap pendaftaran peserta Uji Coba Sekolah Budaya. Kegiatan perdana direncanakan berlangsung pada 10 - 13 November 2026. Melalui program tersebut, pengunjung tidak hanya diajak mengenal kebudayaan masyarakat setempat, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui berbagai aktivitas budaya yang dipandu oleh masyarakat lokal.
Selain memperkenalkan konsep dan perkembangan program, Tim 9 Patriot UI turut menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat membantu menghubungkan tim dengan dinas atau perangkat daerah dalam bidang pariwisata. Keterlibatan instansi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan Sekolah Budaya sebagai salah satu inisiatif wisata edukasi di Teluk Wondama.
Lebih jauh, audiensi ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk membicarakan keberlanjutan program setelah masa penugasan Ekspedisi PATRIOT di Kampung Werianggi berakhir. Tim berharap pemerintah daerah dapat turut memantau perkembangan Sekolah Budaya dan mendukung masyarakat agar tetap mampu menjalankan serta mengembangkan program secara mandiri.
Bupati Teluk Wondama menyambut baik pemaparan tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan Tim Patriot UI. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk melanjutkan persiapan program, sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan setempat.

Tim Patriot UI sedang berbincang dengan Bupati Teluk Wondama | Dokumentasi Pribadi
Melalui audiensi ini, Tim Patriot UI berharap komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin. Sebab, keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis budaya tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya sebuah program, tetapi juga oleh kemampuan berbagai pihak untuk menjaga, mengelola, dan melanjutkan inisiatif tersebut bersama masyarakat.
Audiensi bersama Bupati menjadi bagian dari rangkaian upaya Tim Patriot UI untuk membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Teluk Wondama. Langkah ini dilakukan dengan menyadari bahwa pengembangan ekosistem pariwisata berbasis budaya tidak dapat berjalan sendiri.
Dukungan pemerintah daerah, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi elemen penting untuk memastikan pariwisata tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.


