akprind university melalui hibah pemberdayaan desa binaan pdb hadirkan 4 teknologi tepat guna untuk kelompok sampah berseri di jumeneng kidul mlati sleman - News | Good News From Indonesia 2026

AKPRIND University melalui Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Hadirkan 4 Teknologi Tepat Guna untuk Kelompok Sampah “Berseri” di Jumeneng Kidul, Mlati, Sleman

AKPRIND University melalui Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Hadirkan 4 Teknologi Tepat Guna untuk Kelompok Sampah “Berseri” di Jumeneng Kidul, Mlati, Sleman
images info

Berbagai kegiatan di Mitra PDB


Ikuti GNFI di WhatsApp

Komitmen AKPRIND University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026. Melalui program ini, tim pelaksana AKPRIND University menghadirkan empat teknologi tepat guna (TTG) untuk mendukung pengelolaan sampah di Kelompok Sampah “Berseri”, Jumeneng Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim AKPRIND University yang terdiri atas Dr. Syafriyudin, S.T., M.T. sebagai ketua tim, bersama anggota Muhammad Sholeh, S.T., M.T., Mukasi Wahyu Kurniawati, S.T., M.Eng., dan Endang Widayati, S.P., M.M.A. Tim berupaya mendorong peningkatan kapasitas kelompok masyarakat melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah di lingkungan setempat.

Empat Teknologi Tepat Guna untuk Pengelolaan Sampah

Dalam program ini, empat jenis teknologi tepat guna diperkenalkan dan diterapkan untuk mendukung proses pengelolaan sampah secara lebih efektif dan terarah.

baca juga

1. Mesin Pencacah Sampah Organik

Mesin ini digunakan untuk mencacah sampah organik menjadi ukuran lebih kecil sebelum memasuki proses pengomposan. Dengan pencacahan, bahan organik lebih mudah ditangani dan diproses menjadi kompos yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

2. Alat Press Sampah Anorganik

Untuk sampah anorganik hasil pemilahan, tim menghadirkan alat press yang berfungsi memadatkan material seperti plastik dan bahan anorganik lainnya. Proses ini membantu mengurangi volume sampah sehingga lebih mudah disimpan, diangkut, dan disalurkan untuk proses daur ulang.

3. Mesin dan Fasilitas Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik

Pemilahan merupakan tahapan penting dalam pengelolaan sampah. Melalui fasilitas pemilahan, sampah dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya sehingga sampah organik dapat diarahkan untuk pengomposan, sedangkan sampah anorganik dapat dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.

4. Mesin Insinerator untuk Sampah Residu

Teknologi keempat berupa mesin insinerator yang ditujukan untuk menangani sampah residu, yaitu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan atau diolah kembali melalui proses pengolahan lainnya. Pengoperasiannya harus memperhatikan standar teknis, pengendalian emisi, serta ketentuan lingkungan hidup agar tidak menimbulkan pencemaran baru.

baca juga

Mendorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Penerapan empat teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Kelompok Sampah “Berseri” dalam mengelola sampah secara terstruktur, mulai dari pemilahan, pencacahan sampah organik, pemadatan sampah anorganik, hingga penanganan residu.

Program PDB ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan peralatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Keterlibatan aktif kelompok masyarakat menjadi faktor penting agar teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Selain memberikan dukungan teknologi, program ini diharapkan menjadi sarana penguatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan prinsip pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dengan pengelolaan yang lebih baik, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.

Keberadaan Kelompok Sampah “Berseri” diharapkan semakin berkembang menjadi kelompok masyarakat yang mandiri, produktif, serta mampu menjadi contoh praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah sekitarnya.

baca juga

Melalui program Hibah PDB Tahun 2026, AKPRIND University terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara akademisi dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan nilai manfaat sampah, serta membangun kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.