Muhammad Dafa Almer Dzaky telah menunjukkan bahwa anak muda dari wilayah perbatasan juga mampu mengambil peran dalam memperkenalkan potensi daerahnya. Di tengah kesibukannya sebagai siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, ia dipercaya menjadi Duta Wisata Kabupaten Nunukan 2026.
Bagi Dafa, sapaan akrabnya, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan atau kebanggaan pribadi. Lebih dari itu, menjadi Duta Wisata merupakan kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Nunukan kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketertarikannya pada pendidikan dan pariwisata membuat Dafa percaya bahwa generasi muda memiliki ruang besar untuk ikut membangun daerah. Baginya, pariwisata bukan hanya tentang keindahan alam dan destinasi wisata, tetapi juga menyangkut identitas budaya, kehidupan masyarakat, serta peluang ekonomi lokal.
Belajar dan Mengabdi Berjalan Beriringan
Menjalankan tugas sebagai Duta Wisata di tengah kesibukan sekolah membuat Dafa harus membagi waktu antara kegiatan akademik, promosi pariwisata, aktivitas sosial, dan persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Meski demikian, ia tetap menempatkan pendidikan sebagai tanggung jawab utama seorang pelajar.

Muhammad Dafa Almer Dzaky menyabet juara 1 Duta Wisata Nunukan 2026 (Sumber Foto: Dok.Muhammad Dafa Almer Dzaky)
"Saya percaya tanggung jawab terbesar saya bagi bangsa adalah belajar sebaik mungkin. Namun, bukan berarti menjadi Duta Wisata bukan prioritas. Gelar ini merupakan kehormatan bagi saya dan sangat saya syukuri," ujar Dafa kepada Penulis.
Sejak awal menjabat, Dafa bersama tim Duta Wisata Kabupaten Nunukan mulai aktif memperkenalkan potensi daerah melalui berbagai saluran komunikasi. Instagram menjadi salah satu media utama untuk mempromosikan destinasi wisata dan kekayaan budaya Nunukan.
Promosi juga dilakukan melalui radio dan sejumlah media lainnya. Ke depan, mereka berencana menghadirkan berbagai program untuk memperluas pengenalan pariwisata daerah.
Bagi Dafa, setiap kesempatan memperkenalkan Nunukan merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Prestasi sebagai Bekal Dafa untuk Terus Tumbuh
Sebelum terpilih menjadi Duta Wisata, Dafa telah meraih sejumlah pengalaman dan prestasi yang turut membentuk karakter dirinya.
Ia merupakan Purna Paskibraka Provinsi Kalimantan Utara tahun 2025. Pengalaman tersebut mengajarkannya tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
Di bidang seni dan budaya, Dafa pernah mewakili SMA Negeri 1 Nunukan Selatan dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang tari kreasi tradisional tingkat Kabupaten Nunukan.
Pada 2026, ia pernah meraih Juara 2 Fashion Show tingkat SMA/Umum se-Kabupaten Nunukan serta predikat Duta Wisata Nunukan Favorit.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi kebanggaannya tersendiri. Namun, Dafa tidak ingin berhenti pada deretan penghargaan. Ia memandang setiap prestasi sebagai pengalaman sekaligus kesempatan untuk belajar lebih banyak.
Terlebih, tugas sebagai Duta Wisata memiliki tanggung jawab yang lebih luas, mulai dari mengedukasi masyarakat, mempromosikan potensi daerah, hingga menghadirkan gagasan kreatif dalam pengembangan pariwisata.
Menurutnya, pariwisata memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat. Ketika potensi wisata berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga pelaku usaha kecil, pengrajin, seniman, dan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, mempromosikan pariwisata juga berarti memperkenalkan potensi ekonomi dan peluang kesejahteraan masyarakat daerah.

Purna Paskibraka Provinsi Kalimantan Utara tahun 2025 (Sumber Foto: Dok. Muhammad Dafa Almer Dzaky)
Tantangan Membawa Budaya ke Masa Depan
Sebagai Generasi Z, Dafa menyadari bahwa anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan masyarakat. Kreativitas, ide, dan kemampuan memanfaatkan teknologi merupakan modal besar yang dapat digunakan untuk menghadirkan perubahan.
Baginya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata dan kebudayaan. Mereka perlu berani mengambil peran sebagai inovator.
Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana memperkenalkan budaya dan pariwisata agar tetap relevan dengan perkembangan zaman?
Dafa melihat media digital sebagai ruang strategis untuk memperluas promosi wisata. Sementara itu, kebudayaan dapat diperkenalkan melalui berbagai pendekatan kreatif tanpa menghilangkan nilai dan keasliannya.
"Generasi muda harus mampu menjadi inovator dengan ide dan gagasan yang kreatif agar wisata dan budaya tidak berhenti pada zaman saja. Inovasi bisa berupa pembaruan promosi wisata ataupun modifikasi budaya tanpa mengurangi esensi keaslian nilai dari budaya tersebut," jelasnya.
Menurut Dafa, melestarikan budaya bukan berarti menutup diri terhadap perubahan. Sebaliknya, budaya harus terus diperkenalkan dengan cara yang dekat dan mudah diterima generasi berikutnya.
Teknologi dan media sosial dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan tradisi lokal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah. Namun, kreativitas tersebut tetap harus disertai pemahaman terhadap nilai budaya agar identitas dan makna yang terkandung di dalamnya tidak hilang.
Berani Melangkah meski Masih Memiliki Kekurangan
Di balik berbagai aktivitas dan pencapaiannya, Dafa menyadari masih banyak kemampuan yang perlu dikembangkan. Salah satunya adalah keterampilan berbicara di depan publik atau public speaking.
Sebagai duta wisata, kemampuan komunikasi menjadi bekal penting. Ia harus mampu menyampaikan informasi, membangun interaksi, dan memperkenalkan potensi daerah kepada berbagai kalangan.
Alih-alih menjadikan kekurangan tersebut sebagai penghalang, Dafa memilih terus belajar dan mengambil kesempatan untuk melatih diri. Baginya, pengalaman merupakan bagian penting dari proses pengembangan kemampuan.
Sikap itu pula yang ingin ia bagikan kepada anak muda lainnya. Ia percaya setiap orang memiliki bakat dan potensi masing-masing. Hal terpenting adalah berani mencoba, menjaga semangat, dan tidak membatasi diri karena takut menghadapi kesulitan.
"Jadilah diri sendiri dan ambillah setiap kesempatan, bahkan ketika kita merasa itu adalah hal yang sulit. Berjuanglah dalam rasa takut. Kita semua tidak akan berkembang dalam rasa nyaman. Kita membutuhkan keberanian mengambil risiko untuk bisa bergerak maju," pesannya.
Baginya, menjadi duta wisata bukan tentang menunjukkan bahwa dirinya sudah mampu melakukan segalanya. Justru, amanah tersebut menjadi ruang untuk terus belajar, memperluas pengalaman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kini, sembari menyelesaikan pendidikan di bangku SMA dan mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi, Dafa terus menjalankan tanggung jawabnya sebagai Duta Wisata Kabupaten Nunukan 2026.
Perjalanannya masih panjang. Namun, ia percaya bahwa usia muda bukan alasan untuk menunda kontribusi. Mencintai daerah tidak harus menunggu menjadi orang besar.
Hal itu dapat dimulai dari langkah sederhana, mulai dengan mengenalkan budaya sendiri, mempromosikan potensi daerah, dan mengajak lebih banyak anak muda untuk peduli terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh.
Melalui perannya, Dafa ingin menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris kebudayaan, melainkan juga memiliki tanggung jawab untuk merawat, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada dunia.


