KEBUMEN (KebumenUpdate.com) โ Sebuah atap ruang kelas yang bocor mungkin hanya terlihat sebagai persoalan kerusakan bangunan. Namun, bagi seorang jurnalis, peristiwa itu bisa menyimpan cerita yang jauh lebih penting; puluhan siswa kehilangan kenyamanan, bahkan kesempatan belajar karena ruang kelas tak lagi layak digunakan.
Dari contoh sederhana tersebut, mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Universitas Maโarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen diajak memahami satu hal mendasar dalam dunia jurnalistik yakni menemukan berita bukan sekadar mencatat peristiwa, melainkan menggali persoalan dan melihat dampaknya bagi masyarakat.
Pembahasan itu mengemuka dalam Jurnalistik Skill Training bertajuk โTeknik Peliputan Beritaโ yang berlangsung di Kampus UMNU Kebumen, Minggu, 1 November 2026. Sebanyak 30 mahasiswa, terdiri atas pengurus dan calon anggota baru UKM Jurnalistik, mengikuti pelatihan yang menghadirkan jurnalis sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen, Ondo Supriyanto, sebagai pemateri.
Dalam sesi tersebut, Ondo mengajak peserta menelusuri proses jurnalistik sejak sebuah gagasan muncul hingga menjadi berita yang siap dipublikasikan. Proses itu dimulai dengan menemukan isu, memahami peristiwa, mengukur nilai berita, menentukan sudut pandang atau angle, melakukan peliputan, hingga menulis, menyunting, dan menerbitkan berita.
Untuk menjelaskan pentingnya sudut pandang, wartawan Harian Suara Merdeka itu menggunakan ilustrasi atap ruang kelas yang rusak atau bocor. Jika hanya menulis kondisi bangunan, berita mungkin berhenti pada persoalan kerusakan fasilitas sekolah. Namun, sudut pandangnya bisa dikembangkan dengan menggali dampak yang ditimbulkan, misalnya 30 siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran secara optimal akibat kondisi ruang kelas tersebut.
Baca Selengkapnya

